Ekspresi Suara Remaja
Pacaran pas SMA Tuh Bisa Kembaliin Mood Belajar?

Remaja.suaramerdeka.com – SMA kurang seru kalau misal kita belum pernah merasakan yang namanya pacaran. Setuju ...

Telanjang Dada di Instagram, Justin Bieber Pamer Tato Baru

Remaja.suaramerdeka.com – Setelah aktif kembali di Instagram, Justin Bieber sepertinya rutin membagikan foto ataupun video ...

Aduh! Gigitan Cinta Alias Cupang Bisa Bikin Stroke Bahkan Kematian

Remaja.suaramerdeka.com –  Ciuman atau kecupan memang menjadi salah satu simbol kasih sayang terhadap pasangan ya. ...

Asik! Kisah Rangga dan Cinta Bakal Lanjut di “Ada Apa dengan Cinta 3”

Remaja.suaramerdeka.com – Sepertinya kisah asmara Rangga (Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastro) masih belum akan ...

PSYCHOLOGY
Remaja.suaramerdeka.com - Cewek nggak bisa lepas dari rumpi. Tapi, sekarang nggak cuma cewek lho yang doyan ngerumpi, cowok juga. Banyak hal yang dirumpikan, mulai dari gosip terakhir selebritis, hasil pertandingan bola, sampai kisah percintaan orang terdekat. Menurut Pakar Frank McAndrew, seorang professor Psikologi dari Knox College bilang kalau gosip, berguna buat mempererat ikatan satu orang dengan yang lain. Bahkan beliau menyatakan kalau masyarakat jaman dulu alias nenek moyang kita bertahan hidup berkat adanya rumpian. Dulu, tanda bahaya, hukum, norma dan etika terbentuk berkat adanya aktivitas rumpi ini. Makanya, para ahli menyatakan kalau gosip bisa memperkuat rasa diterima sekaligus kepercayaan pada kelompoknya. Nggak heran kan kalau ada orang yang nggak ikut gabung ngerumpi suka dicap misterius dan penyendiri? Rumpi Nggak Selalu Gosip Jangan salah tangkap ya, rumpi itu nggak selalu berisi gosip. Kita nggak bisa bilang setiap cewek yang berkumpul dan kasak-kusuk di pojok kelas tiap istirahat selalu ngomongin hal negatif. Bisa aja mereka ngobrolin soal fashion style terbaru, atau berbagi tips yang oke, atau belajar bareng. Nah, gosip adalah rumor atau isyu yang isinya cenderung ngobrolin kehidupan orang lain. Sangat-sangat nggak terpuji deh kalau rumpian diisi dengan gosip yang akhirnya jadi bergosip. Plus atau Minus? Nah, berhubung menjelang bulan puasa, kita harus tahu plus minusnya rumpi. Poin plus Sekali-sekali gabung rumpi dong biar kamu nggak merasa sendirian di kelas. Siapa tahu nanti kamu butuh bantuan teman sekelas saat praktikum, ya nggak? Berita ter-update seputar kejuaraan sekolah, festival seni sampai kemeriahan Agustus nanti bisa lebih cepat kamu dapatkan. Ngerumpi dalam bahasa Inggris? Why not! Kamu jadi tahu kan, apa jadinya kalau nggak ngumpulin tugas tepat waktu berkat rumpian teman lain kelas? Poin minus Ngobrolin soal cowok terganteng, guru tergalak, sampai siapa selingkuh dengan siapa? Nah, ini bikin kamu jadi minus di mata orang lain. Nyebarin berita yang belum tentu kebenarannya? Wah, itu sih gosip namanya! Terlalu lama rumpi? Selain terkena dehidrasi akut, pegal mulut, capek tangan, dan bengkak tagihan telepon, kamu juga akan kena hujan marah dari orang-orang terdekat. Memaksa diri ikut rumpi dengan bawa “gosip-gosip hangat” biar diterima orang lain? Justru nggak jadi diri sendiri kan? Ngerumpi boleh-boleh kok, asal nggak ngomongin orang lain, tahu waktu kapan berhenti bicara, dan tahu tempat ya. Foto: justjared') center center; background-size:cover;" href="http://remaja.suaramerdeka.com/2017/03/21/kasak-kusuk-ngerumpi-boleh-nggak-sih/"> Kasak Kusuk Ngerumpi! Boleh Nggak Sih?
21 Maret 2017 9:30 WIB