Hikmah Idul Adha

oleh pada Sabtu, Desember 6th, 2008 dilihat 7.678 kali

Idul Adha adalah salah satu hari raya umat Islam di seluruh penjuru dunia, hari raya besar ini biasa di peringati pada tanggal 10 dzulhijjah di tahun hijriyah. Idul Adha yang berarti kembali ke kurban memiliki makna yang amat dalam yang terdapat pada rangkaian kata ini.

Ketika kita merenungi sejarah yang menceritakan sebuah pengorbanan seorang anak yang salih Nabi Ismail, beliau rela untuk disembelih oleh bapaknya (Nabi Ibrahim) atas perintah Allah. Akibat keikhlasan dari sebuah pengorbanan, maka hal yang terjadi setelah itu di luar jangkauan akal manusia, yaitu tatkala Nabi Ibrahim menyembelih putranya ternyata atas kuasa Allah yang disembelih berubah menjadi seekor kambing (bukan malah Nabi Ismail) dan Nabi Ismail selamat, subhanallah atas segala kekuasaannya.

Dari penggalan sejarah diatas, maka sebagai manusia kita bisa mengambil pelajaran yang amat mulia yaitu pentingnya taat kepada Allah dan berbakti kepada orangtua, dua hal ini yang menjadi motivasi bagi Nabi Ismail di usianya yang waktu itu baru menginjak dewasa. Namun, usia dini tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk bisa bersikap dewasa.

Memang ketika diamati secara sekilas kisah ini sungguh tidak masuk akal ”bagaimana mungkin seorang ayah yang baik akan menyembelih anaknya sendiri yang sangat salih dan sangat beliau cintai”, semua orangtua saya yakin tak ada yang akan melakukan hal itu, namun itulah cobaan yang diberikan Allah pada Nabi-Nya untuk menguji kecintaannya pada Allah SWT.

Inilah yang membedakan antara cobaan seorang Nabi dengan manusia biasa. Dengan keteguhan iman dan cinta mereka berdua akhirnya lulus dari cobaan yang amat berat ini, walau berkali-kali setan selalu menghadang untuk menghalang-halangi.

Ketika kita mencoba menarik pesan yang ada dalam Idul Adha dalam konteks kekinian, maka sudah saatnya semua elemen masyarakat sadar dengan tugas masing-masing dan selalu ikhlas berkorban untuk kepentingan masyarakat, umat dan bangsa. Islam selalu mengajarkan umatnya untuk berbuat baik dalam konteks individual maupun sosial.

Sehingga dengan momen Idul Adha, semoga menjadi momen penyadar dan penggugah bagi semua manusia dan remaja khususnya. Bahwa hidup adalah sebuah pengorbanan, kehidupan dunia bukanlah akhir dari kehidupan, tetapi sebagai bekal untuk menuju kehidupan yang kekal di akhirat nanti.

Pengorbanan bisa dilakukan oleh siapa saja, para pemimpin berkorban dengan kekuasaanya untuk menegakkan keadilan dan memperjuangkan nasib dan kepentingan rakyat, para remaja dengan kegigihannya dalam belajar dan beribadah untuk mempersiapkan menjadi penerus leluhur, masyarakat pada umumnya juga selalu berusaha memperbaiki diri untuk menjadi manusia yang baik secara individual dan sosial.

Pesan yang terkandung dalam Idul Adha bukan hanya sekedar anjuran menyembelih hewan kurban, kemudian dibagikan kepada orang-orang miskin dan kepada siapa saja yang membutuhkan, tetapi banyak pesan yang tersirat dari simbol seremonial itu, diantaranya anjuran menjadi orang yang mampu atau kaya yang ihklas menyedekahkan sebagian hartanya untuk orang-orang miskin (dengan berkorban), anjuran untuk saling menyayangi diantara si kaya dan si miskin, anjuran untuk saling tolong-menolong dan menjadi orang yang selalu siap berkorban demi mengutamakan kepentingan agama dan bangsa.

Semestinya pesan-pesan ini bisa bisa diaplikasikan tidak hanya dalam momen Idul Adha, tetapi dalam kehidupan sehari-hari, dan saya yakin bangsa Indonesia akan bisa lebih mudah untuk dalam menghadapi krisis dalam berbagai aspek kehidupan.

Cairo, 5 November 2008

4 Responses to “Hikmah Idul Adha”

  1. Ayi Muzayini mengatakan:

    Subahanallah… makalahnya bagus.
    Salam Bahagia dan Sukses! Pastikan Hidup ini selalu Indah! Bangkitlah, harapan itu masih Ada! Tuhan telah menciptakan solusinya sebelum masalah itu Ada! Bisaaa!
    http://smpit-im.blogspot.com/
    http://ayi-ibet.blogspot.com/

  2. Arjun mengatakan:

    Idul Adha (Menjadikan Pembantaian keji sebagai Ritual Religius)

    setelah membaca makna idul adha ada perasaan tak masuk akal dalam benak saya. idul adha memiliki makna taat kepada allah dan bakti pada orang tua. hal itu memang baik secara duniawi. tapi jika direnungkan lebih mendalam, mengapa sikap taat dan bakti pada orang tua harus diwujudkan dengan mengorbankan hak hidup makhluk lain, bukankah hal demikian menggambarkan sikap egois manusia akan kehidupan. makhluk yang hidup di bumi ini bukan hanya manusia, dan manusia seharusnya tidak berbuat semaunya terhadap makhluk lain yang sama-sama memiliki hak untuk hidup di bumi termasuk binatang. binatang memang lebih rendah dari manusia, tapi bukan berarti manusia berhak merampas hak hidupnya, karena binatang juga memiliki perasaan, keinginan untuk hidup tenang, bahagia bersama kelompoknya. tetapi apa yang terjadi di Idul Adha, hanya karena tuntutan ritual religius, manusia tertutup hatinya untuk menyadari hak hidup yang dimiliki oleh binatang. manusia merayakan hari pembantaian dengan suka ria, tetapi binatang yang dijadikan korban harus mengalami penderitaan yang amat dalam. binatang-binatang itu dicengkeram rasa takut, kecemasan dan kepanikan dibawah acungan senjata pelaku eksekusi hewan kurban. cabalah kau amati mata yang berkaca-kaca dan tetesan air mata dari binatang yang dijadikan hewan kurban, jika mereka bisa berbicara dan mengajukan pilihan tentu saja mereka tidak akan mau dijadikan korban pembantaian dengan alasan ritual religius.

  3. Dyah mengatakan:

    Nice article, thanks

  4. Arismon Chaniago mengatakan:

    Melalui Idul adha marilah kita tingkatkan ukuwah islamiyah kita dan rasa toleransi sesama ummat, karena islam itu rahmatan lil alamin.
    Marilah kita petik hikmah yang tersirat dari peristiwa idul qurban tersebut
    untuk kekinian bisa kita terapkan untuk membantu krisis global yang melanda negeri kita ini.

Leave a Reply

View Mobile Version