Menelusuri Kuburan Kapal di Moynaq

oleh pada Kamis, Mei 30th, 2013 dilihat 1.233 kali

 

Kapal-kapal besar biasanya banyak berjejer di pinggir laut. Tapi, apa jadinya jika kapal-kapal besar tersebut berada di tengah gurun yang gersang dan tandus. Kok bisa?

Yap, fenomena ini terjadi di Moynaq, Uzbekistan. Puluhan bangkai kapal teronggok dan berkarat  di tengah gurun pasir. Konon, tempat ini dulunya adalah sebuah kota yang terletak di pesisir laut Aral. Laut Aral sendiri sebenarnya adalah danau yang luas. Bahkan, pernah menjadi salah satu dari empat danau air tawar terluas di dunia.

Sayangnya, sejak tahun 1960-an air laut disini perlahan-lahan menyurut. Hanya 10%  bagian laut  yang masih tersisa saat ini. Surutnya air disebut sebagai bencana ekologi terbesar sampai sekarang. Pernah suatu ketika, warga Moynaq membuat aliran air dari laut menuju danau. Namun, kadar garam yang tinggi membuat ikan-ikan mati.

Pemandangan ini tentu terasa aneh sekali, bukan. Berbeda saat Moynaq tumbuh sebagai kota nelayan yang kaya akan ikan dan ramai dengan transaksi perdagangan layaknya kota pelabuhan. Hanya di setiap sudut kota terdapat gambar ikan, patung-patung, mosaik, poster usang, bahkan papan selamat datang Kota Moynaq yang menjadi saksi sejarah kota ini.

Kini, Moynaq hanya dikelilingi padang pasir tandus layaknya kota mati. Bahkan sudah mulai ditinggalkan hampir tiga dekade. Namun, bagi para wisatawan berkunjung ke Moynaq bisa menjadi daya tarik tersendiri, lho. Kapan lagi bisa menyaksikan fenomena alam ini secara langsung dan memotret bangkai kapal berserakan di tengah gurun layaknya kapal hantu.

dari berbagai sumber

Tags: , , ,

Leave a Reply