Satu lagi hajatan yang keren dan ‘langka’ di Semarang. Yeah “Hidden Heritage”! Event hasil garapan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementrian Pekerjaan Umum yang bekerja sama dengan pemerintah kota Semarang ini digeber selama tiga hari di kawasan Kota Lama Semarang. Dimulai dari tanggal 6-8 September, tema konsep pedestrian percontohanpun dipilih untuk membuat acara semakin hidup dan semakin ‘recomended’ untuk dijadikan destinasi warga Semarang.

Event yang dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Plt Walikota Semarang Hendrar Prihadi ini dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan minat warga mengunjungi kota lama dan memfasilitasi komunitas di Semarang yang membutuhkan ruang publik untuk berekspresi dan berkreasi. Nice! Nggak heran kalau banyak komunitas yang ‘nangkring’ di event ini. Meskipun nggak semua partisipannya komunitas, sih.

Kurang lebih ada 20 komunitas yang ikut berpartisipasi di Hidden Heritage ini. Sebut saja, Komunitas Oase, Orat Oret, Hijau Semarang, Arsitektur, Komunitas Kuntji Tua, Blogger, dan yang baru-baru ini sukses membuat acara juga, Komunitas Lopen, dan masih banyak lagi. Selain komunitas, beberapa program seperti Musik Keroncong Jazz, Stand Up Comedy, Gambang Semarang, lomba foto retro, festival kuliner, Barongsai, festival ketoprak, pertunjukan wayang kulit, nonton bareng, senam Taichi dan lain lain pun juga turut disuguhkan panitia untuk menggugah antusiasme warga Semarang untuk ‘menyerbu’ event ini. So, nggak heran kalau berjubel para pengunjung selama tiga hari itu. Gokil!

Uniknya nih kawan, jika dicermati secara teliti, selama tiga hari berturtut-turut panitia juga mengangkat empat kebudayaan yang berkembang menjadi bagian dari Kota Semarang, lho. Yaitu Jawa, Tionghoa, Melayu, dan Belanda. Salute! Masing-masing kebudayaan itu dituangkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan oleh komunitas yang mendukung acara ini.

Seperti yang dituturkan Dina, salah satu panitia, berharap jika acara ini bisa berlanjut. “Ini adalah event perdana, semoga bisa lanjut terus. Justru aku pengen ini menjadi wadah komunitas di Semarang”, tutup Dina.

Sampai ketemu di Hidden Heritage selanjutnya, kawan. Tetap bangga ya dengan aneka ragam kebudayaan yang kita miliki!!

Foto: twitter @HiddenHritageID, @adamuda

Tags: ,

LIKE AND SHARE!
3010
Terima kasih!
0
0
Terima kasih!
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar