HLRemaja.suaramerdeka.com – Belum lama ini berita soal pelajar SD di luar negeri lagi ramai membicarakan yang namanya penghapus challenge. Jadi semacam challenge yang mana seseorang akan menggosokkan penghapus karet pada kulit di badannya. Pun nggak cuma di luar negeri, syndrome yang satu ini pun masuk dan menjangkiti para adek-adek (baca: pelajar SD) di Indonesia. Bahkan karena kejadian ini sampai ada salah satu siswa yang koma dan masuk rumah sakit lantaran bakteri yang masuk kedalam tubuhnya lewat karet penghapus yang digosokkan ke kulitnya. Hiii!

Melihat berita tersebut Ekspresi pun mencoba menemui beberapa pelajar yang ada di Semarang. Saat menanyakan hal tersebut ke beberapa putih abu-abuers di Kota Lunpia ada yang beranggapan bahwa karet penghapus challenge ada hal yang sangat disayangkan kalau ditiru sama anak-anak SD.

“Ya… sangat disayangkan sih ya. Apalagi sampai ada kejadian yang koma gitu. Miris aja sih lihatnya,” kata Aristi warga SMAN 3 Semarang.

Lebih lanjut pelajar yang sekarang lagi duduk di bangku kelas 11 ini mengharapkan bahwa semoga dengan adanya kejadian yang membuat seseorang jadi koma semoga mereka jadi sadar.

“Ya berharapnya sih semoga dengan adanya kayak gitu semua orang jadi tahu dan nggak ikut-ikutan lagi,” imbuhnya sangat berharap.

Nggak cuma Aristi, tapi Ekspresi pun juga punya harapan bahwa semoga masyarakat Indonesia bisa lebih menyaring trend yang ada di dunia. Karena kita hidup di era digital, jadi semuanya dengan gampang bisa masuk bahkan menjalar pada semua kehidupan kita. Maka dari itu, bijaksanalaha dalam menyikapi suatu hal. Mungkin kalau yang masih SD belum bisa berfikir sejauh itu, kita sebagai kakak paling tidak membimbingnya. Siap kan, bro?

Foto: berbagai sumber

Tags: , , ,

LIKE AND SHARE!
3933
Terima kasih!
0
0
Terima kasih!
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar