HLRemaja.suaramerdeka.com – Seperti yang kita tahu, bahwa 14 Februari selalu jatuh sebagai peringatan hari kasih sayang atau valentine day. Meskipun nggak secara resmi, tapi banyak banget anak-anak ‘abege’ seumuran kita-kita ini merayakannya. Nah, makanya kadang tak ayal muncul pro kontra di kalangan masyarakat tentang perayaan hari kasih sayang tersebut, bro.

Yang baru-baru ini lagi ramai jadi perbincangan di Semarang adalah munculnya surat edaran tentang pelarangan merayakan valentine yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Semarang. Dalam surat tersebut, pihaknya melarang para siswa dan siswi SMP serta kepala UPTD Pendidikan Kecamatan di Semarang merayakan valentine baik di dalam ataupun luar lingkungan sekolah.

Seperti yang dikutip dari SuaraMerdeka.com, Kepala Disdik Kota Semarang, Bunyamin mengklaim bahwa sebenarnya pihaknya bukan melarang perayaan valentine, tapi perayaan dilarang jika nantinya menyulut kegiatan negative.

“Jangan disalah artikan ya. Yang dimaksud melarang adalah bila bentuk kegiatannya menjurus negatif, hura-hura. Tapi kalau diskusi atau seminar ya tentunya masih dibolehkan,” jelasnya.

Sementara itu, surat yang ternyata belum ada koordinasi dengan Walikota Semarang ini akhirnya ditarik. Meskipun ditarik tapi, Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi, tetap berharap kepada orang tua dan anak muda di Semarang untuk nggak kebablasan merayakan valentine day yang bertendensi pada hal-hal negative.

Pun hal tersebut juga mengundang respon dari para pelajar di Semarang. Salah satu yang sempat Ekspresi ajak ngobrol adalah Daffa Prangsi. Kata doi, sebenarnya niat dari Kepala Disdik bagus, hanya saja timingnya saja yang belum pas.

“Sebenarnya niatnya sih sudah bagus ya mas. Disdik bertujuan buat siswa nggak menyalah artikan hari valentine. Disdik hanya melarang kegiatan yang berbau negative dalam perayaan valentine. Kalau dari kebanyakan orang memang pro kontra. Bagiku sendiri asal nggak melakukan hal yang menyalahi norma sih, its okay saja,” papar warga SMAN 6 Semarang ini.

Berbeda dengan Daffa, teman kita lainnya yaitu Aditya Nugraha, menyayangkan adanya pelarangan perayaan hari kasih sayang.

“Sebenarnya aku terserah sih. Soalnya nggal merayakan juga kok. Tapi agak ngganjel sih kalau mendengar kata ‘dilarang’. Buat apa gitu dilarang. Karena kan itu hak setiap orang ya. Dan anak SMP pun juga butuh kasih sayang. Jadi menurutku sih berlebihan kalau sampai dilarang,” papar alumni SMA Masehi Semarang ini.

Hmm… cukup complicated juga ya. By the way menurut kamu bagaimana nih, gaish kalau valentine day dilarang?

Foto: berbagai sumber

Tags: , , ,

LIKE AND SHARE!
6195
Terima kasih!
0
0
Terima kasih!
1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar