PHEC9KHIICqtIJ_l

Remaja.suaramerdeka.com – Kategori 18+. Banyak yang menganggap kalau umur 18 itu sudah cukup dewasa buat memutuskan segala sesuatu sendiri. Makanya nggak heran kalau umur 17 dan 18 pesta ultah diadakan meriah banget. That’s why it called SWEET SEVENTEEN!!!

Sebenarnya kenapa sih orang bisa disebut bersikap dewasa?

Attitude Because They Said So!

Nggak sekedar ikut-ikutan, tapi tahu apa maksud dibalik tingkah lakumu. Ikut merokok karena teman-teman yang lain juga merokok, sok-sok meniru adegan seksi ala Selena Gomez atau Kylie Jenner, ikutan clubbing, party, hang out sampai malam bareng teman-teman, pakai mascara dan blush on ke sekolah biar terlihat cantik di antara teman-teman. It’s cool because they said so!

Bukan hal seperti itu yang bisa dibilang dewasa. Sikap nggak mau mengalah dan pengin menang sendiri, tahu ada peraturan yang mengekang sedikit kesenangan pribadi, langsung deh, peraturan itu ditentang habis-habisan.

Kamu bisa kok menjadi dewasa tanpa harus ikut-ikutan. Kalau teman-temanmu bilang keren, bukan berarti memang keren seperti adanya kan? Semua itu harus diseleksi dulu dan dipikirkan baik-baik apa akibat dari tindakanmu di masa depan nanti.

Cara Berpikir

Bagian ini yang menurut survey dari 10 orang remaja jadi 90% nilai kedewasaan seseorang. Kalau kamu mulai berpikir dewasa itu harus memendam perasaan, bergaya seperti kakakmu yang umurnya dua tahun lebih tua, atau hanya sekedar mengerti benar dan salah aja, itu nggak cukup. Dewasa itu butuh pemikiran yang matang dan nggak sekedar asal berpikir tanpa membandingkan dengan keadaan sekitarnya.

Banyak juga lho, cewek atau cowok yang dari segi umur dan penampilan sudah dewasa, tapi cara berpikirnya nggak dewasa. Seringkali mereka ambil keputusan berdasarkan apa yang benar menurut mereka sendiri tanpa memperhatikan efeknya buat orang-orang di sekitarnya.

Nggak sedikit juga cewek atau cowok di bawah umur yang berpikir bahwa seks itu jadi tanda seseorang udah dewasa. Cara berpikir ini salah, soalnya nggak memperhatikan kepentingan orang lain, terutama dalam hal ini si cewek dan keluarganya. Memang betul sih, benar dan salah itu relatif, tapi justru relatif itulah seharusnya kita bisa mempertimbangkan pendapat dan pemikiran orang lain juga kan?

Pilihan Hidup

Dewasa itu mengerti segala resiko dan konsekuensi dari tindakannya. Tapi mengerti aja nggak cukup, harus bertanggungjawab atas apa yang sudah pernah dilakuin. Kamu tahu kalau kebanyakan hang out sampai malam bisa bikin jam tidur dan belajarmu terganggu, tapi kamu nggak siap dan depresi kalau nilai ujian jadi jeblok, hubunganmu sama ortu jadi berantakan. Lebih parahnya lagi, bukannya membalas “keteledoranmu” dengan belajar lebih rajin dan mengurangi waktu hang out, kamu justru menyalahkan teman-temanmu. Lihat sendiri kan, sudah kehilangan kepercayaan dari ortu, hilang juga teman-temanmu. Bisa dan berani memutuskan saja nggak cukup, perlu tanggung jawab yang besar buat menanggung segala akibat dan resiko dari keputusan itu sendiri.

Terpaksa Dewasa

Kali ini bukan seseorang yang memaksakan dirinya untuk dewasa secara sadar, tapi karena keadaan dan situasi yang mengharuskannya dewasa sebelum waktunya. Nggak sedikit anak-anak yang terpaksa menafkahi keluarganya karena kekurangan uang untuk biaya sekolah, cewek-cewek belasan tahun yang dijual sebagai wanita tuna susila, atau cewek yang harus menggantikan posisi ibu di rumah karena si ibu sudah meninggal. That’s reality of life.

Semua hal terjadi karena suatu sebab, dan nggak ada hal yang direncanakan di sini. Makanya, syukurilah waktu hang out-mu, teman-temanmu, keluargamu yang masih utuh, saat ini.

Jadi, semua kembali ke kamu lagi, pengin sekedar terlihat dewasa dengan segala dandanan luarmu saja atau memang dewasa dari sikapmu. Santai saja, Kedewasaan itu akan datang tepat pada waktunya, seiring banyaknya peristiwa yang terjadi dalam hidupmu.

Foto: berbagaisumber

 

Tags: , , , , , ,

LIKE AND SHARE!
1620
Terima kasih!
0
0
Terima kasih!
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar