HL

Remaja.suaramerdeka.com – Pada umumnya manusia memang diciptakan untuk berpasang-pasangan. Namanya juga makhluk sosial, pasti nggak bisa jauh dari yang namanya peran penting manusia lain. Entah sebagai tempat pangaduan sesaat, sampai tempat bersandar. Tapi disisi lain, dari berbagai macam jenis manusia di muka bumi ini, ada beberapa diantaranya yang blak-blakan mengaku lebih menikmati hidup dengan kesendiriaannya. Kalau dalam bahasa percintaan sih maksudnya jomblo.

Kemana-mana sendiri. Pergi ke warteg, main sepedaan keliling komplek, sampai jogging pun juga sendiri. Tanpa ada satu pun yang menemani, kecuali sahabat kita yang benar-benar sahabat dari kecil. Itupun kalau nggak dia se-gender sama kita, ya dia sudah ada yang punya. Oh, sh*t! Tapi entah kenapa bagi sebagian orang, berada di posisi yang seperti ini (sendiri, red) tuh layaknya kayak lagi ada di surga. Tetap saja merasa nyaman tanpa perlu waspada terhadap ancaman. Tak ada yang harus diperhatikan kecuali diri kita sendiri. Nggak ada yang bisa menyuruh kita. Sampai nggak harus antar jemput.

Tapi suatu ketika tiba-tiba naluri itupun muncul. Naluri manusia sebagai makhluk sosial, yang selalu membutuhkan bantuan manusia lainnya. Membutuhkan semangat, cinta, kasih dan sayang dari lawan jenis. Membutuhkan sandaran ketika hati sedang bermuram durja. Membutuhkan teman ngobrol ketika sedang nyetir dalam sebuah perjalanan.  But sometimes, I just want somebody to hold, Someone to give me their jacket when its cold. Yeah, sometimes, I want someone to grab my hand. Begitu kira-kira yang dikatakan Tori Kelly pada hits single-nya yang berjudul, “Dear No One”.

Problematika itu pun kemudian semakin menguap ke udara bagai awan yang bila terkondensasi airnya akan turun dan menjadi hujan. Permasalahan itu pecah ketika kita ada di posisi sendiri saat sahabat-sahabat yang lain bersama pasangannya. Wajar kalau pada saat seperti ini kita merasa minder, kaku, sedih, melankolis, bahkan merasa bahwa diri kita ini cukup hina di depan teman-teman lainnya. Buat apa hidup tapi tanpa cinta?

Pada posisi yang seperti ini, hanya satu yang sebenarnya perlu kamu lakukan, bro. Coba berfikirlah lebih luas lagi. Bahwa hidup ini luas. Seluas harapan. Seluas alam semesta yang nggak pernah kita tahu seberapa luasnya. Ketahuilah bahwa sendiri bukan berarti sunyi. Sendiri juga bisa berarti mandiri. Atau bahkan sendiri merefleksikan kita sedang berada di alam mimpi yang mana harus di realisasi. Percayalah bahwa sendiri sebenarnya bukanlah sebuah kesunyian. Elegi Kesendirian!

Foto: berbagai sumber

Tags: , , , , ,

LIKE AND SHARE!
1863
Terima kasih!
0
0
Terima kasih!
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar