fenomena-awkarin-bikin-remaja-terjerumus-pergaulan-bebas-mRJ8hC1eQT

Remaja.suaramerdeka.com – Banyak “area berbahaya” di dunia ini yang kadang semakin dilarang, semakin penasaran untuk cari tahu. Katanya sih, semakin nakal semakin keren! Padahal, sesuatu yang nakal itu berakibat buruk buat mental dan psikis kita. Apa aja sih area yang seharusnya butuh bimbingan ortu dan akibatnya kalau kita tetap nekat menerobos masuk?

Pacaran vs Seks

Bukan berarti orang tua nggak suka kita punya pacar, tapi mereka lebih khawatir dengan gaya pacaran anak sekarang. Menurut kita, pacaran bakal makin asyik kalau sudah pernah gandengan tangan, pelukan bahkan sampai ciuman. Itu versi cewek. Sedangkan versi cowok, pacaran bisa jadi lebih dari itu. Apalagi di usia remaja, saat pengetahuan seks terbatas, tapi keinginan mengenal lawan jenis secara seksual begitu besar.

Kalau kita nggak pintar-pintar memilih pacar, atau justru terlalu banyak pacar, akibatnya terjadi hubungan intim. Entah atas dasar suka sama suka atau terpaksa dilakukan biar nggak kehilangan pacar. Ironisnya lagi, ada rasa “bangga” saat udah melakukan tahapan pacaran yang menjurus ke arah seksual ketimbang teman-teman yang lain.

Menyesal kemudian…

Bagaimanapun kalau udah berujung hamil di luar nikah, kita bakal lari ke ortu. Atau, saat menikah sudah dekat, kita merasa malu mengakui ke calon suami kalau udah nggak perawan, walaupun keperawanan bukan jadi patokan kualitas seseorang. Tapi, lagi-lagi ortu juga kan yang terkena getahnya. Padahal beliau sudah berusaha mengingatkan, “Boleh pacaran kalau udah cukup umur.” dengan anggapan, setelah cukup umur, berarti kita punya pengetahuan seks yang cukup dan mampu bertanggungjawab atas tindakan seksual kita.

Bolos vs UAN

Awalnya sih bolos satu mata pelajaran biasa, lama-lama jadi kebiasaan. Awalnya cuma ijin jadi supporter tim sekolah, tapi lama-lama untuk urusan yang nggak penting. Berawal dari bolos satu jam pelajaran, lama-lama jadi seharian penuh. Kita pikir nggak masalah kalau ketinggalan pelajaran Bahasa Indonesia, toh setiap orang di Indonesia, bisa bahasa ini kan?

Menyesal kemudian…

Teriak histeris, kalang kabut, nggak berani pulang ke rumah, karena nilai Bahasa Indonesia nggak mencukupi batas nilai kelulusan. Sekarang baru teringat, berapa kali ortu bertanya “bagaimana di sekolah tadi, dek? Sudah belajar belum? Besok ujiannya apa?” di saat badan kita capek karena seharian bolos sekolah buat jalan di mal atau nongkrong di rumah teman.

Gaul vs Uang

Sekarang banyak banget warna, tipe, teknologi, dan model barang-barang yang keren. Mulai dari gadget sampai fashion. Bisa dibilang juga, nggak bakal gaul kalau belum punya latest gadget, fashion,movies, music and been to hype café. Semua butuh tuntutan besar dan nggak murah. Padahal, kalau nggak punya semua itu, bakalan nggak punya teman. Bagaimana dong?

Menyesal kemudian…

Di akhir bulan, saat mau ujian, atau mendekati musim ulangan, uang menipis dan nggak jelas kemana habisnya. Ujung-ujungnya hutang atau minta ke ortu lagi. Mau ngomong jujur ke ortu kalau uangnya habis buat nonton konser atau upgrade smartphone? Ih, malu! Mau pinjam ke teman, dan baru dibalikin setelah dapat jatah uang saku berikutnya? Ih, gengsi! Lagipula bulan atau minggu berikutnya uangmu berkurang gara-gara bayar utang aja. Awalnya ortu percaya bahwa kamu bisa mengatur uang dengan baik, lama-lama hilang. Uang sakumu dipotong setengahnya. Makanya, wajar kan kalau ortu sering mengatur keuanganmu?

Clubbing vs Mabuk dan Narkoba

Hari gini nggak pernah nongkrong di club yang punya DJ paling keren? Atau nggak pernah nyobain rokok, vodka atau minuman keras yang lain? Wah.. wah.. dunia semakin terbolak balik ya. Semua hal yang ditakuti orang tua justru dianggap keren. Hmmm… walau beberapa orang punya pembelaan kalau cewek yang clubbing belum tentu minum dan merokok, tetap aja peluang dan kesempatan itu selalu ada. Lalu, welcome drink yang mereka dapat dikemanakan ya?

Menyesal kemudian…

Rokok, narkoba dan alkohol udah nggak perlu disangkal lagi bawa pengaruh buruk buat fisik khusunya cewek, terutama rahim. Belum lagi begadang semalam suntuk dengan paparan asap rokok yang berlebihan plus fisik yang terforsir yang seharusnya sudah dipakai buat tidur nyenyak. Lagi-lagi ortu yang harus repot membersihkan “keriaanmu” di malam itu. Belum lagi efek ketagihan yang bikin ortumu semakin tersiksa dan repot ini itu. Nggak heran kalau mereka was-was setiap kamu ijin pergi clubbing atau sekedar hangout di café.

Sudah tahu kan, seberapa cemas ortu menghadapi kita di usia remaja ini. Makanya, nggak heran kalau mereka penuh dengan larangan yang sebenarnya adalah bentuk bimbingan terhadap kita yang masih “hijau” di dunia ini.

Foto: berbagaisumber

Tags: , , , , , , , ,

LIKE AND SHARE!
1566
Terima kasih!
0
0
Terima kasih!
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar