empty-wallet-770x470

Remaja.suaramerdeka.com – “Uang membekukan energi, dengan melepaskannya berarti membuka peluang dalam hidup.” – Joseph Campbell.

Tapi pada kenyataannya nggak seindah itu. Apalagi kalau sedang banyak S.A.L.E alias diskon bertebaran dimana-mana. Makanya nggak heran, banyak anak muda lebih boros daripada hari-hari biasa.

Kata Penyesalan Si Boros

  1. “Niatnya sih pengen nabung, tapi kok nggak ada uang yang tersisa ya?”
  2. “Lho, perasaan kemarin masih ada uang, sekarang kok nggak ada. Kemana ya?”
  3. “Huhuhuhuhu…menyesal udah buang uang buat beli flatshoes Hari ini lagi banyak diskon nih!”
  4. “Aduhhh!!! Pakai uang darimana lagi buat bayar hutang ke Alice? Semuanya udah keburu habis!”
  5. “Oh no! Ujian lagi? Aduh, fotokopi lagi. Pinjam uang ke siapa ya?”
  6. “Minta ayah atau ibu? Ayah atau ibu? Uh! Takut mau minta lagi, soalnya udah terlalu sering minta tambahan uang. Gimana dooonggg?”
  7. “Bengong aja nih lihat teman-teman pada jajan. Duitku tinggal selembar. Uh, sebal!”

Dan berbagai macam kata penyesalan dengan situasi berbeda tapi dengan kasus yang sama, BOROS!

Kata Ahli

Mark Symmes, pekerja sosial yang mengamati dunia wanita, menyatakan bahwa cewek (wanita) menghabiskan uang untuk mengembangkan lingkungannya, meningkatkan kualitas hidup dan termasuk salah satu aktivitas perawatan diri. Bahkan Erik Ottoson dari Universitas Uppsala, Swedia menyatakan dari cara shopping mencerminkan hubungan kita dengan orang lain dan tingkat emosi yang terlibat di dalamnya. Wow!

Pendapat para ahli inilah yang sering dipakai untuk retail therapy (pelepasan stress lewat shopping). Sayangnya, retail therapy sering disalahartikan dengan berbelanja sebanyak-banyaknya. Akibatnya? Boros deh!

Biar Nggak Boros Nih!

  1. Bawa uang secukupnya tiap hari. Cukup untuk uang transport dan jajan sekali s Dengan begini, kamu bakal punya sedikit sisa dari setiap harinya.
  2. Belanjakan juga uang recehmu. Jangan cuma disimpan saja ya. Sejak tahun 2010 Bank Indonesia sudah menetapkan Gerakan Peduli Koin Nasional untuk mengajak masyarakat mau menggunakan uang koin dalam berbelanja. Satu juta rupiah kalau kurang Rp 100,- nggak bakal jadi satu juga kan?
  3. Jangan belanja saat perut kamu lapar. Saat perut kamu lapar, otomatis mata juga ikut acak memilih barang yang akan dibeli.
  4. Bikin dua daftar: PENTING DIBELI (yang sifatnya wajib dan nggak bisa ditunda) dan SERU-SERUAN (yang sifatnya cuma menuruti kesenanganmu aja).
  5. Jangan menuruti kesenangan sesaat waktu lihat diskon. Apalagi karena lucu saja dan nggak ada manfaatnya. Pulang ke rumah dulu, dan pikirkan apa manfaat dan kegunaannya nanti.
  6. Belanja di tempat yang bisa tawar menawar bikin isi dompetmu “aman”.
  7. Janjian sama teman? Pilih lokasi yang aman, yang jauh dari pusat perbelanjaan dan café yang penuh camilan. Paling bagus sih langsung datang ke rumahnya. Irit!
  8. Bikin wishlist atau hal yang pengen kamu beli akhir-akhir ini. Semakin panjang daftarmu, semakin bagus. Soalnya semakin panjang berarti semakin nggak bisa terpenuhi semuanya. Akhirnya kamu menjadi semakin realistis sama keadaan keuanganmu.
  9. Biasakan survey harga sebelum membeli sesuatu. Dengan membandingkan harga, berarti kamu ikut menghemat kan?
  10. Manfaatkan paket murah pulsa atau telepon. Nggak perlu gengsi lagi kan?
Foto: berbagaisumber

Tags: , , , , , ,

LIKE AND SHARE!
1425
Terima kasih!
0
0
Terima kasih!
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar