lari-memakai-jaket

Remaja.suaramerdeka.com – Olahraga lari sekarang sudah menjadi gaya hidup buat sebagian anak muda ya. Sudah banyak juga event mengajak peserta buat lari 5K, 10K, atau bahkan 25K. Para pesertanya pun didominasi oleh anak muda.

Selain bisa bikin badan sehat,  ikutan lari event lari puluhan kilometer tersebut juga bisa bikin kita makin eksis di media sosial. Benar kan?

Tapi pernah nggak melihat ada orang yang lari dengan menggunakan jaket. Alasannya, biar lebih cepat berkeringat dan lebih cepat juga buat ngebakar kalori. Tahu nggak, kawan, kalau sebenarnya berlari dengan menggunakan jaket itu ternyata salah besar. Apalagi kalau lari disaat cuacanya lagi panas banget.

Seperti dikutip dari Hai, Spesialis Kedokteran Olahraga, Zaini Siregar, dari Royal Sport Medicine Center Jakarta mengungkapkan kalau lari pakai jaket itu justru bisa bikin tubuh dehidrasi karena terlalu banyak mengeluarkan cairan dari dalam tubuh. Nggak cuma itu saja, suhu tubuh kita pun bisa menjadi sangat tinggi, dan akhirnya bisa berakibat heat stroke.

“Saat kita lari, suhu tubuh itu tinggi. Namun, Tuhan menciptakan keringat supaya suhu tubuh tidak terlalu panas. Jadi, keringat itu dikeluarkan untuk mendinginkan suhu tubuh. Kalau sudah dehidrasi, tidak ada cairan, suhu tubuh kita akan terlalu tinggi, lebih dari 40 derajat Celsius, bisa heat stroke,” ujar Zaini.

Nah, gejala heat stroke di antaranya adalah pandangan mulai berkunang-kunang, wajah pucat, tangan dingin, bahkan bisa nggak sadarkan diri. Selain itu, kalau tubuh kekurangan cairan, darah juga  menjadi kental sehingga aliran darah ke seluruh tubuh jadi terganggu, termasuk ke jantung danotak.

Menurut Zaini, orang yang berlari memakai jaket biasanya punya keinginan untuk menurunkan berat badan dengan cepat. Memang betul bisa terjadi bisa menurunkan berat badan dengan cepat, tapi hanya sesaat saja. Karena berat badan berkurang karena banyaknya cairan yang keluar dari tubuh, kawan.

“Misalnya kita lari atau olahraga apa pun pakai jaket, itu yang banyak keluar airnya. Saat kita timbang, berat badan memang turun, tetapi setelah itu kita minum, berat badan ya nambah lagi. Jadi, enggak ada gunanya,” tambahnya.

Sebaiknya berlari menggunakan pakaian yang nyaman, nggak terlalu tebal, dan menyerap keringat ya. Jangan lupa buat minum air putih atau minuman isotonik biar terhindar dari dehidrasi saat berlari.

Foto: berbagaiusmber

Tags: , , , , ,

LIKE AND SHARE!
1884
Terima kasih!
0
0
Terima kasih!
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar