adab-bertamu-dan-larangan-mengintip-di-jendela

Remaja.suaramerdeka.com – Anthony curiga Cleopatra berkhianat terhadapnya, dan akhirnya dia bunuh diri. Sedangkan Cleopatra yang melihat kematian Anthony ikut sedih dan bunuh diri juga. Masih banyak lagi sejarah membuktikan bahwa kecurigaan tanpa bukti bisa merusak hubungan. Nggak mau kan kalau hubunganmu dengan si pacar rusak hanya gara-gara curiga yang berlebihan? Lalu apa saja sih curiga versi kita? Yuk, cek!

Cek isi handphone

Saat dia (orang yang kita curigai) menitipkan handphone ke kita, saat itulah kesempatan terbuka lebar untuk ngecek panggilan masuk dan keluar, isi inboxnya, sampai bbmnya. Isi pesan apapun yang bernada mencurigakan, udah bisa jadi barang bukti untuk menyatakan “kamu bersalah!”.

Cek dunia maya

Ini dia, salah satu kesalahan besar kalau berbagi password di dunia maya. Salah satunya keinginan kita untuk terus cek email yang masuk dan keluar, pesan-pesan di twitter, atau pun comment kecentilan atau mencurigakan di FB, entah itu di wall atau di photo comments. Bahkan sampai account di Instagram dan Path pun ikut di-cek! Siapa tahu ada cewek di sekolah yang ngegosipin kita di account mereka. Semakin sering cek ke-eksis-annya di dunia maya, semakin safe rasanya.

Titip mata-mata

Mata-mata perlu nih untuk cek dan re-cek kebenaran berita yang beredar. Biasanya nih, seorang mata-mata sering berada di sekitar orang yang dicurigai dengan begitu, saat ada kejadian yang baru, mereka dapat dikonfirmasi peristiwanya. Ironisnya, si mata-mata justru nggak nyaman dengan tugas yang diberikan meski lokasi kejadian di tempat dan saat yang menyenangkan.

Intip intip

Perlu keahlian bersembunyi tingkat tinggi untuk bisa mengintip semua hal yang sedang dilakukan oleh dia yang kita curigai. Biasanya sih intip mengintip ini dilakukan sambil mengikuti kemana si oknum pergi. Hmmm… nggak heran kalau aktivitas intip ini sering menghabiskan banyak waktu, tenaga dan pikiran.

Nguping

Ngintip pasti juga dibarengi dengan tindakan nguping. Nah, kali ini perlu ketajaman pendengaran yang luar biasa untuk mendengarkan apa yang lagi digosipkan cewek-cewek di ujung kelas. Nguping nggak perlu disertai dengan tatapan mata, biasanya sih cuma lirikan maut aja.

Recheck sama teman-teman yang lain

Dengan bergosip sama teman-teman yang lain, kita bisa memastikan kecurigaan pada si oknum adalah benar! Sistem konfirmasi kebenaran yang sangat mudah kan?

Sidak alias inspeksi mendadak

Nggak yakin sama kebenaran yang dikatakan sama si oknum? Sidak aja langsung kemana dia berada. Syukur-syukur waktu kita buka pintu, ternyata kebenaran itu terbuka tanpa sengaja. Hmmm… nggak perlu jadi menteri nih!

Lebih baik buang jauh curiga, kenapa?

  1. Bikin capek tenaga dan pikiran. Selain kamu perlu tenaga super, mata super dan telinga super, semua hal yang kamu pikirkan belum terbukti kebenarannya.
  2. Menghancurkan hubungan antara kamu dan si oknum. Belum tentu dia berkhianat darimu, belum tentu juga dia menjelek-jelekkanmu di belakang, semuanya masih belum tentu.
  3. Kepercayaan dirimu bisa hilang. Sebenarnya bukan masalah kamu nggak percaya sama si oknum, tapi tingkat kepercayaan dirimu yang menipis sehingga kamu jadi khawatir terhadap hubungan kalian.Akhirnya, kamu jadi parno sendiri setiap hari, setiap saat dan setiap tempat. Nggak mau kan?
  4. Curiga dengan bergosip justru bikin hal yang belum tentu kebenarannya makin terekspos nggak tahu arahnya. Semakin lama semakin besar dan saat diselidiki siapa penyebabnya oleh si oknum, teman-teman gosipmu akan menunjuk kamu sebagai tersangka. Serba salah kan?
  5. Kamu adalah penjahatnya. Curiga bisa membuat kamu jadi seperti seorang penjahat, bukan seorang detektif. Soalnya dengan curiga tanpa alasan kamu akan menuduh si oknum secara membabi buta. Akhirnya bukan hanya hubunganmu dengan si oknum yang hancur, tapi hubungan sosial si oknum juga ikutan hancur akibat perbuatanmu.

Saat mulai curiga, sebaiknya lakukan ini:

  1. Beri waktu untuk si oknum untuk mengakui kesalahannya. Mungkin yang dia butuhkan hanya waktu.
  2. Buang pikiran burukmu, beri semangat buat dirimu sendiri bahwa kamu bisa percaya pada si oknum.
  3. Beri kesempatan si oknum untuk memperbaiki tingkah lakunya yang mencurigakan hingga waktu yang kamu tentukan sendiri. Setiap orang pernah berbuat salah kan? Termasuk juga kamu.
  4. Bicarakan dan tanya dengan perlahan sebenarnya apa yang sedang dilakukan si oknum dan kenapa harus sembunyi-sembunyi darimu.
  5. Berhenti chat, telepon, beri comment bahkan menjelek-jelekkan “lingkaran sosialnya” dengan cara yang brutal.
Foto: berbagaisumber

 

 

Tags: , , , , ,

LIKE AND SHARE!
1191
Terima kasih!
0
0
Terima kasih!
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar