35Mengapa_Sebaiknya_Membuang_Tulang_dan_Bekas_Pembalut_di_Tong_Sampah_Luar_Rumah

Remaja.suaramerdeka.com – Bagaimana sih cara membuang bekas pembalut yang benar? Pertanyaan tersebut sangat penting buat diketahui oleh semua wanita, khususnya yang masih mengalami siklus menstruasi ya. Bisa dibayangkan, betapa repotnya bagi seorang wanita yang lagi mengalami menstruasi dan harus tetap menjalankan aktifitas. Pembalut yang sudah terpakai kalau nggak dikelola dengan baik bisa menimbulkan beberapa permasalahan lho.

Masalah yang pertama adalah masalah lingkungan, masalah kesehatan dan tentunya masalah estetika. Berbeda dengan sampah pada umumnya, pembalut yang udah terpakai selain berpotensi menumpuk sebagai sampah, karena mengandung darah dan jaringan tubuh bisa memunculkan masalah kesehatan, dan masalah estetika. Untuk itu dokter akan memberikan beberapa penjelasan mengenai hal tersebut.

Bahan Pembalut Itu Non Degradable

Pembalut wanita, terbuat dari beberapa jenis bahan yang nggak semuanya mudah diuraikan (non degradable). Bahan katun alami tentu lebih mudah terurai dan terserap oleh tanah. Bahan yang terdiri dari bahan sintetis relatif lebih sulit dan memiliki potensi buat menumpuk bersama dengan bahan sampah lainnya yang nggak mudah terurai. Tumpukan dalam jumlah besar tentu menimbulkan permasalahan lingkungan tersendiri. Membuang pembalut di saluran air pembuangan atau di kloset akan menimbulkan sumbatan pada jalan air sehingga membuat mampat.

Tips Buat Membuang Pembalut

Pembalut yang udah terpakai tentu berisi darah dan bahan-bahan organik dari tubuh yang berasal dari peluruhan endometrium. Dari sisi kesehatan tentu hal ini memerlukan perhatian dalam penanganannya. Bahan organik tersebut dapat mengalami pembusukan dan memunculkan bau yang nggak sedap. Warna darah yang membekas pada pembalut secara estetika juga terlihat nggak nyaman untuk dipandang apabila pembalut bekas dibuang di tempat sembarangan. Ada beberapa tips yang mungkin dapat diterapkan untuk mengelola pembalut yang udah dipakai dengan memperhatikan hal-hal di atas:

1. Biasanya cairan menstruasi yang keluar sudah terserap oleh bahan pembalut karena terbuat dari bahan yang mudah menyerap cairan. Dalam situasi dimana darah yang keluar banyak, seringkali bekasnya berwarna merah darah dengan sangat kentara dan kadang malahan ada gumpalan darah. Dalam situasi seperti ini seringkali seseorang merasa perlu untuk mencucinya terlebih dahulu dengan tujuan biar bekas tersebut nggak terlalu terlihat. Apabila memang demikian dan nggak merasa risih untuk melakukannya, hal tersebut dapat dilakukan. Yang perlu diperhatikan adalah air bekas cucian jangan sampai mengalir ke tempat terbuka dan mengganggu estetika. Kloset dengan kelengkapan septic tank adalah tempat yang cukup baik untuk sebagai tempat untuk membuang air bekas cucian tadi.

2. Gulunglah pembalut dengan noda darah ada di dalam kemudian bungkus pembalut yang udah terpakai dengan kertas atau bahan lain kemudian buang ke tempat sampah. Dengan demikian, kebersihan dan estetika sudah bisa dijaga. Tempat sampah di mana kamu membuang sebaiknya juga perlu dipilih yang memungkinkan biar pembalut tersebut nggak tercecer. Beberapa tempat umum menyediakan tempat sampah khusus untuk bahan tersebut.

Foto: berbagaisumber

Tags: , , , , ,

LIKE AND SHARE!
2541
Terima kasih!
0
0
Terima kasih!
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar