6cd1a6fa89d9a00ee075c6ab5ad58a99

Remaja.suaramerdeka.com – Saatnya penentuan nih. Bulan-bulan menjelang tahun ajaran baru memang bikin kamu deg-deg’an. Bisa keterima sekolah atau universitas favorit nggak ya, lulus dengan nilai cukup nggak ya, atau teman-teman baruku nanti ngelihat aku aneh nggak ya. Semua pikiran yang berakhir dengan kata “nggak ya”. You know what, you can choose your future from now on!

Harapan yang Terkabul atau Terkaburkan

Setiap orang pasti punya harapan, nggak terkecuali kamu. Kamu berharap bisa dapat beasiswa, dapat pacar yang ganteng, punya keluarga yang bahagia, nilai yang bagus, sekolah di SMU favorit, dan eksis di kalangan teman-teman. Semua harapan itu bisa kamu wujudkan.

Tapi kadang-kadang harapan itu bisa kabur begitu saja gara-gara kamu terlalu takut buat menjawab semua tantangan yang ada di hadapanmu. Padahal, tantangan itu sebenarnya nggak seberapa dibanding kepuasanmu kalau harapan itu terkabulkan. Dan akhirnya, kamu berpikir bahwa harapanmu itu hanya semu.

Catatan penting, yang kamu perlukan di sini adalah FOKUS! Ya, satu kata ini harus kamu tanamkan dalam-dalam di benakmu.

How to be Focus?

  1. Tarik napas dalam-dalam….dan tentukan impian utamamu.
  2. Bikin peta rintangan yang menghalangi impianmu itu. Ups! Bukan rintangan yang kamu lihat, tapi tantangan.
  3. Taruh tantangan yang paling ringan jadi urutan pertama dalam peta, dan terberat jadi urutan terakhir. You know what… make this as a game! Semakin jago kamu mengalahkan “musuh” paling ringan, semakin tinggi level keahlianmu.
  4. Jangan tergoda sama “kemudahan” atau “short-cut” atau cara instant yang ditawarkan padamu.
  5. Minta dukungan dari orang-orang terdekatmu buat mengingatkanmu kalau kamu udah “keluar” jalur dari peta yang udah kamu buat.

Setiap Tantangan Pasti Punya Pilihan Jawaban

Seperti game, kamu bakal dapat tantangan baru di setiap kenaikan level. Makanya nggak heran kalau tiba-tiba nanti muncul masalah baru yang bikin kamu kebingungan. Tapi nggak perlu kawatir, setiap masalah pasti punya pilihan jawaban. Jadi, jangan anggap kalau masalah itu nggak punya jalan keluar. Setiap masalah harus kamu anggap sebagai tantangan, dan setiap tantangan pasti punya pilihan jawaban. Caranya, cari bantuan orang lain buat curhat dan jangan lewatkan setiap versi cerita masalahmu. Minta dia buat mencari sudut pandang lain dan minta untuk mencari alternatif solusi.

Jangan salah lho, belum tentu solusi yang beresiko kecil bisa menyelesaikan masalah dengan baik. So you’ve got to think it carefully.

Small Step Big Future

Sekarang, setelah semua tantangan sudah kamu “peta”-kan, mulailah melangkah satu persatu. Ingat, satu langkah kecil hari ini bisa mengubah masa depanmu! Yang harus kamu pertahankan adalah mental juara. Barangsiapa bermental juara, alias nggak mengaku kalah sebelum bertanding, bisa menghadapi tantangan seperti apapun.

Kalau kamu gagal, itu bukan akhir dari segalanya, tapi justrru awal “tingkat keahlianmu mengalahkan tantangan” semakin bertambah.

Jadi, kalau Beethoven saja pernah menjadi tuli dan dianggap gila, Einstein saja pernah dianggap otak udang, dan Nobel pernah menyesal menemukan nuklir, jadi kenapa kamu harus berhenti kalau gagal dan dianggap remeh orang lain?

Foto: ispeak.us

 

Tags: , , , , ,

LIKE AND SHARE!
912
Terima kasih!
0
0
Terima kasih!
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar