keepo.me-greed_by_metaledz1

Remaja.suaramerdeka.com – Katanya sih nggak punya duit, tapi kok bisa beli flat shoes baru, smartphone baru dan masih bisa nonton. Duit dari mana ya? Katanya sih bisa menerima teman apa adanya, tapi kalau diajak naik angkot kok ngeles, mendingan nebeng mobil teman.

 

1. Dibanding sama teman-teman yang lain, kamu merasa kurang segalanya.

A. Ah, nggak. Biasa saja tuh.

B. Iya, bener banget!

C. Nggak peduli sama teman-teman yang lain. Yang penting mereka ada saat aku butuh.

2. Panik cari pinjaman, saat uang di dompet mulai tipis dan nggak ada sepeser pun buat fotocopy

A. Masih ada ATM.

B. Telepon siapa duluan ya? Arnold? Wah! Duit dia yang minggu lalu aja belum kubalikin.

C. Menyiapkan muka memelas ke ortu biar dikasih uang fotocopy.

3. Ih! Kartu kreditnya lucu-lucu!!

A. Bagus yaaa??

B. Aku mau dong! Daftarin yaaa!! Pakai nama orang tua ku aja deh!

C. Lucu banget! Kartu kredit apaan sih?

4. Saldo tabungan di ATM menipis.

A. Wah! Kepakai buat apa saja ya?

B. Nggak apa-apa. Nanti kan diisi lagi sama ortu. Kalau nggak diisi kan tinggal minta, betul nggak?

C. Hehehe. Belum punya ATM tuh.

5. Gebetan baru, cakep sih, tapi keluarganya dari keluarga yang sederhana.

A. Selama dia setia, ayo saja!

B. Terus yang bayarin makan, nonton, shopping, jajan dan jalan-jalan ku nanti siapa dong?

C. Ada juga yang deketin aku.

6. Teman dekatmu itu harus…?

A. Ada saat kalian saling membutuhkan.

B. Ada saat kalian saling membutuhkan dan ada saat kamu butuh duit. Seenggaknya dia lebih “mampu” ketimbang kamu.

C. Bisa diajak bersenang-senang terus!

7. Tanpa uang…aku?

A. Bingung!

B. I feel nothing. Nggak punya teman, nggak bisa bersenang-senang, nggak bisa belanja, nggak punya segalanyaa!! Oh NO!

C. Bisa minta ortu, kan?

 

Cek jawabanmu. Kalau kebanyakan jawabanmu adalah:

A. Tanggung Jawab yang Besar!

Hebat! Kamu sadar banget kalau semua orang butuh uang, tapi kamu sangat bertanggung jawab buat mengelolanya. Kamu nggak diperbudak sama uang. Seseorang yang pantas dekat denganmu, nggak pernah kamu nilai dari kaya atau nggaknya seseorang itu, tapi dari inner beauty-nya.

Kamu juga nggak tertarik pakai kartu kredit hanya untuk ikut-ikutan teman-temanmu. Sadar bahwa belum saatnya bikin kartu kredit bikin kamu hati-hati buat menggunakan uang dan ikut-ikutan berutang sana sini.

Money ain’t standard of happiness.

B. Hey! What’s wrong with you?

Money is everything to you. Semuanya kamu lihat dari seberapa banyak uang yang bisa kamu dapatkan dan manfaatkan. Padahal uang nggak menjamin bahagia dan nggak nya seseorang. Secara mental, kamu udah “diperbudak” uang. Kamu HARUS punya uang! Apapun caranya.

Hati-hati sayang, keinginanmu yang besar akan uang yang banyak bisa bikin kamu terjerumus dalam “dunia yang nggak sehat”. Mulai dari utang sampai perjudian.

C. Kurang Dewasa

Entah karena kamu nggak peduli atau nggak ngerti cara memakai uang, makanya ortumu pun masih kurang mempercayaimu untuk mengelola keuanganmu sendiri. Buktikan pada mereka, bahwa kamu bisa mengatur keuanganmu dengan baik dan bertanggung jawab. Cobalah untuk mengatur uang saku harianmu. Nah, kalau kamu bisa menyisihkan sedikit di akhir minggu, coba ajukan “proposal” ke ortu buat kenaikan uang saku dan jangka waktu pemberian uang saku seminggu sekali.

Hati-hati juga sama orang yang pengen memanfaatkanmu karena kamu terlalu “polos” soal keuangan. Baik sih boleh, tapi kalau meminjamkan uang ke temanmu terus menerus, itu namanya nggak mendidik juga kan?

Foto: berbagaisumber

 

Tags: , , , , , ,

LIKE AND SHARE!
1971
Terima kasih!
0
0
Terima kasih!
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar