kanker-serviks-pada-wanita

Remaja.suaramerdeka.com – Memercayai hal-hal yang belum tentu benar bisa membuat kamu lengah dalam mewaspadai bahaya sebenarnya dari kanker serviks, kawan. Beberapa wanita percaya pada informasi yang belum tentu benar dan menunda memeriksakan diri buat mendeteksi potensi keberadaan kanker serviks. Nah, berikut ini adalah mitos-mitos yang beredar, sekaligus fakta yang benar, seputar kanker serviks atau yang sering disebut kanker leher rahim.

Mitos 1: Kanker serviks nggak dapat dicegah.

Fakta: Walaupun nggak 100 persen melindungi, infeksi virus human papilloma atau HPV bisa dicegah dengan vaksin HPV. Menghindari tindakan tertentu seperti berhubungan seksual di usia dini atau berganti-ganti pasangan seksual, merokok, serta menghindari diri dari infeksi klamidia bisa mengurangi risiko terkena kanker serviks.

Mitos 2: Jika terdeteksi telah terinfeksi HPV, berarti pasti mengidap kanker serviks.

Fakta: Belum tentu. Terdapat lebih dari 100 jenis HPV yang nggak semuanya menjadi pemicu kanker serviks. HPV tipe 16 dan 18 adalah penyebab 70 persen kasus-kasus kanker leher rahim.

Mitos 3: Wanita yang sudah mendapat vaksin HPV nggak perlu lagi menjalani pap smear.

Fakta: Vaksin HPV hanya melindungi kamu dari tiga tipe virus paling umum sebagai penyebab kanker serviks. Tapi ada jenis virus lain yang juga bisa mengakibatkan kanker. Dengan demikian, pemeriksaan pap smear secara teratur tiap tiga tahun sekali tetap dibutuhkan untuk mendeteksi keberadaan sel abnormal.

Baca juga: Yuk, Cegah Kanker Serviks Mulai dari Sekarang!

Mitos 4: Penanganan kanker serviks membuat penderita nggak bisa memiliki keturunan.

Fakta: Histerektomi atau pengangkatan rahim serta radiasi memang nisa membuat nggak bisa lagi mengandung. Tapi terdapat prosedur lain untuk menangani kanker serviks stadium awal, seperti trakelektomi, yaitu prosedur mengangkat leher rahim tanpa mengikutsertakan rahim, sehingga pasien yang menjalaninya tetap dapat mengandung. Penanganan sel abnormal sebelum berubah menjadi kanker juga berisiko lebih kecil dalam menyebabkan kemandulan.

Mitos 5: Saya Nggak merasakan gejala apapun sehingga nggak mungkin mengidap kanker serviks.

Fakta: Infeksi HPV pada tahap awal nggak menimbulkan gejala apapun. Ini sebabnya pemeriksaan pap smear secara rutin tiap tiga tahun sekali diperlukan untuk mendeteksi kalau terjadi perubahan sel. Selain itu, nggak semua kasus kanker serviks menimbulkan gejala yang jelas; ada beberapa kasus yang nggak menyebabkan gejala sebelum mencapai stadium lanjut.

Mitos 6: Semua pengidap kanker serviks nggak akan memiliki harapan hidup.

Pengidap kanker serviks yang terdeteksi pada stadium awal dan bisa tetap hidup mencapai 92 persen. Harapan hidup makin tinggi kalau kanker didiagnosis makin awal. Di sinilah pentingnya memeriksakan diri dengan pap smear secara teratur.

Foto: berbagaisumber

 

Tags: , , , , , ,

LIKE AND SHARE!
4182
Terima kasih!
0
0
Terima kasih!
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar