HL

Remaja.suaramerdeka.com – Siapa bilang Jepara hanya dikenal sebagai kota ukirnya saja. Pasalnya nggak lama ini tepatnya pada 5 sampai 6 Mei 2017 lalu, pelaku kreatif di Jepara baru saja mengukuhkan bahwa Jepara adalah kota kecil yang cukup potensial di sektor industry kreatifnya, bro. Lewat sebuah gelaran bertajuk, “Freeday Market”, semua elemen youth culture dari mulai brands, musik, sekaligus food & drinks, tumpah ruah jadi satu di Bruge Waffle & Monokopi yang didaulat sebagai venue sekaligus saksinya.

Dengan balutan tema hippies, ada kurang lebih 15 local brand yang unjuk produk mereka. Pun beberapa diantaranya adalah kaca mata kayu oleh Motka, Kain Tenun Troso oleh Putri Yutika, Batik Jepara oleh NDDF Bateeq, hingga Fashion Female oleh Chiqsan, Pouch & Bag Leather oleh Koelit Bussines, sampai ada juga Street wear & Record Store oleh Kolektif Avwalk, dan local brands berkualitas lainnya.

kolase

Capek keliling memanjakan mata dengan aneka produk anak mudanya Jepara, pengunjung pun juga turut disuguhkan sama penampilan beberapa musisi local seperti Wedangan Musik, Candra Bhakti, dan band pop punk Give Me Some Advice. Lebih serunya lagi, dalam gelaran yang sudah diselenggarakan untuk kali keduanya ini ada juga Cupping Coffee bertajuk “Seduh Santai”, yang mana jadi mediumnya para barista muda dalam berkompetisi menyajikan kopi sesuai esensinya dengan cepat dan tepat, tapi santai.

Anyway, Freeday Market terbukti  telah  menghidupkan kota Jepara dengan cara yang berbeda, yaitu menjadi wadah industri kreatif muda. Tua, Muda, pelajar, pegawai, kecil, besar, bahkan pendatang asing pun turut hadir menikmati Freeday Market 2017 ini. So, ditunggu next project-nya ya, bro!

Foto: dok. Freeday Market

Tags: , , , , ,

LIKE AND SHARE!
1878
Terima kasih!
0
0
Terima kasih!
0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar