IMG_0075

Remaja.suaramerdeka.com –  Seru semangat dari peserta kegiatan “Gawe Duit Seko Botol Plastik” alias Gawio Boti yang diselenggarakan oleh tim campaign Pagi Borobudur D-III Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro di Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, pada 25 Mei kemarin.

“Gawe Duit Seko Botol Plastik” yang berarti membuat uang dari botol plastik ini bertujuan untuk memberikan pelatihan mengenai penggunaan botol plastik bekas agar bisa dimanfaatkan sebagai produk khas yang dipasarkan kepada wisatawan Candi Borobudur.

Dengan menggandeng salah satu alumni D-III Hubungan Masyarakat, yakni mas Oky dan Bank Sampah Nadzofah, peserta diberikan edukasi mengenai pengelolaan limbah botol plastik menjadi sebuah lampu hias dan bros hijab, ditambah dengan ornamen yang mencirikan Candi Borobudur menjadikan produk pelatihan ini memiliki nilai jual tersendiri sebagai produk souvenir khas Candi Borobudur.

”Dengan adanya pelatihan ini diharapkan warga Desa Giritengah mampu meningkatkan kreativitasnya dalam mengelola sampah botol plastik. Selain untuk mengurangi limbah plastik, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Giritengah,” ujar Indah Yulianti selaku ketua panitia.

1495718404092

Gawio Boti merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan kampanye anti botol plastik yang sebelumnya telah dilakukan di zona 1 Candi Borobudur. Isi dari kegiatan ini merupakan edukasi mengenai pengelolaan limbah botol plastik yang dihadiri lebih dari 40 peserta ibu-ibu Dusun Kamal, Mijil, Kalitengah, dan Gedangsambung Kecamatan Borobudur Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang berkolaborasi dengan Bank Sampah Nadzofah untuk membuat pelatihan mengenai botol plastik yang siap untuk dijual.

Menurut salah satu panitia, Inge mengatakan hasil riset yang dilakukan minggu lalu menunjukkan bahwa memang inisiatif dari warga sekitar kurang dan hasil karyanya pun masih belum berkembang, Oleh karena itu kami berinisiatif untuk melakukan pelatihan lampu tidur agar dapat digunakan dengan sebaiknya.

 “Program seperti ini yang seharusnya dijadikan program jangka panjang dan sebagai aksi nyata dari bentuk-bentuk kampanye lingkungan tanpa sampah. Masyarakat memang masih minim kesadaran akan pengelolaan sampah. Maka dari itu, dengan adanya program ini harapannya sedikit demi sedikit bisa menyadarkan masyrakat akan kesadaran pengelolaan sampah,” ungkap mas Bowo, salah satu founder Bank Sampah Nadzofah.

Foto: dok. campaign Pagi Borobudur

 

 

 

Tags: , , , , ,

LIKE AND SHARE!
6297
Terima kasih!
3
1
Terima kasih!
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar