1200px-Gorengan_in_Jakarta

Remaja.suaramerdeka.com – Gorengan memang menjadi salah satu camilan pembuka puasa yang favorit ya. Rasanya yang gurih dan renyah kadang-kadang dapat membuat buka puasa jadi tambah nikmat, apalagi ditemani segelas es buah atau teh hangat. Tapi tahu nggak, kawan, tenyata ada risiko di baliknya lho.

Menggoreng adalah salah satu proses memasak yang paling umum. Nah, waktu makanan digoreng, terjadi perubahan kandungan nutrisi. Makanan yang digoreng dapat kehilangan kandungan air, meningkatkan kandungan lemak, dan kandungan energi.

Selain kandungan nutrisi, proses menggoreng juga memengaruhi minyak yang digunakan. Terutama pada minyak yang dipergunakan kembali, terjadi proses oksidasi dan hidrogenasi yang mengakibatkan hilangnya lemak nggak jenuh dan terjadi peningkatan lemak trans. Pada akhirnya, makanan yang digoreng akan menyerap penurunan kualitas dari minyak yang digunakan. Di sisi lain proses menggoreng bisa meningkatkan kelezatan dengan membuat makanan menjadi renyah.

Lalu resiko apa yang timbulkan? Nah, mengonsumsi gorengan dalam porsi besar bisa mendatangkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan obesitas, kawan. Makin tinggi tingkat kolesterol, makin meningkatkan risiko penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah. Ketika kamu mengonsumsi lebih dari yang dibutuhkan tubuh, maka kolesterol dapat menyebabkan terbentuknya plak yang dapat menghambat aliran pembuluh darah, seperti pipa yang tersumbat. Komplikasi dari terganggunya aliran darah adalah stroke, aterosklerosis dan serangan jantung. Hiii…seram!

Mengonsumsi gorengan sesekali dibarengi dengan pola makan yang sehat, nggak akan membahayakan kesehatan. Tapi akan membahayakan kondisi tubuh kalau dikonsumsi terlalu banyak. Ingat!

Foto: berbagaisumber

Tags: , , , , , , ,

LIKE AND SHARE!
1647
Terima kasih!
0
0
Terima kasih!
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar