o-woman-asleep-table-facebook-eee36cc825d503890762ee9ff1d87672

Remaja.suaramerdeka.com – Saat Ramadan, makan sahur memang jadi salah satu sunah untuk menjalankan ibadah puasa. Jam tidur pun berubah, di bulan suci ini biasanya bangun jam 3 dini hari untuk sahur. Efeknya kita akan merasa ngantuk kembali sehabis makan sahur dan pengin kembali tidur.

Tapi tidur kembali setelah makan sahur ternyata bisa menimbulkan beberapa penyakit yang bisa membahayakan tubuh lho. Tidur sehabis makan merupakan hal yang menurut ilmu kedokteran nggak boleh dilakukan. Setelah kita mengonsumsi makanan, sistem pencernaan kita membutuhkan beberapa waktu untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi di dalam makanan dengan baik. Apa saja penyakit yang bisa timbul akibat tidur setelah sahur?

Makanan Nggak Tercerna Sempurna

Kerja lambung dan usus akan melambat ketika kita sedang tidur. Hal ini akan menyebabkan makanan yang sudah dikonsumsi nggak tercerna secara sempurna. Bahkan, hal ini termasuk berbahaya karena sisa makanan yang nggak tercerna akan membusuk di dalam usus dan meningkatkan produksi gas racun amonia yang berbahaya.

Refluks Asam Lambung

Makanan yang baru masuk ke perut bisa berbalik, tadinya di lambung kemudian malah menuju kerongkongan. Ini namanya refluks. Nah, Kalau hal tersebut terjadi, kerongkonganmu akan terasa panas seperti terbakar. Nggak hanya itu, mulut pun jadi terasa pahit.

Nyeri Ulu Hati

Nyeri ulu hati bisa terjadi karena sebelum tidur kamu mengonsumsi makanan berat atau camilan. Bagian ulu hati akan terasa sangat panas dan nyeri. Hal ini terjadi karena asam lambung naik dan memenuhi rongga dada dan menyebabkannya terasa panas. Kalau kebiasaan buruk terus terjadi jangan kaget kalau kamu terjangkit penyakit maag kronis, kawan. Nggak mau kan?

Rasa Panas di Area Dada

Rasa panas di area dada biasa disebut juga dengan GERD (Gasteophageal Reflux). Rasa panas akan muncul di area kerongkongan dan juga menyebabkan area dada seperti terbakar.

Berisiko Terkena Stroke

Ternyata ada penelitian yang menyebutkan bahwa seseorang yang jeda antara tidur dan makannya lebih lama, risikonya terkena gangguan stroke rendah. Dengan kata lain, kalau kita langsung tidur setelah makan dan nggak memberi waktu jeda yang cukup, maka risiko terkena stroke akan meningkat.

Berat Badan Naik

Setelah makan dan kenyang, tubuh perlu waktu untuk mencerna semuanya. Tapi kalau langsung tidur sehabis sahur, lemak bisa tertimbun dalam perut dan nggak langsung dapat dicerna dengan baik. Akibatnya, perut jadi buncit dan besar kemungkinan berat badan pun akan naik.

Kalau memang rasa ngantuk sudah nggak bisa ditahan, beri jeda dua jam setelah sahur kemudian baru tidur kembali. Jeda waktu yang cukup tersebut untuk memberi kesempatan tubuh mencerna makanan yang baru dikonsumsi sebelum tidur. Tapi jangan lupa menunaikan salat Subuh dulu, dan membaca Al Quran ya, kawan!

Foto: berbagaisumber

Tags: , , , ,

LIKE AND SHARE!
1287
Terima kasih!
0
0
Terima kasih!
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Centang disini untuk komentar