image

Foto: istimewa

12 Februari 2018 | 12:00 WIB | Musika

Suara Hati Isyana Sarasvati

Judul Album:The Voice of Paradox 

Artis:Isyana Sarasvati

Produksi:Sony Music/2017

Albumkedua dari vocalis sekaligus pianis, Isyana Sarasvati ini mencoba mengangkat tema tentang suara hatinya. Konon album yang digarap di Swedia sejak Februari 2017 ini, sudah ditunggu-tunggu oleh si empunya album. 

Sayangnya, penggunaan lirik berbahasa asing justru memunculkan pertanyaan apakah ini album musik manca atau pop Indonesia. Memang sah-sah saja menggunakan lirik berbahasa Inggris, tetapi akan lebih bagus menggunakan lirik berbahasa Indonesia. Berikut review album The Voice of Paradox nya Isyana Sarasvati:

Echo: dibuka sound piano elektrik sepanjang empat bar. Kemudian muncul vocal latar menyebut kata: echo echo... Masuk bar ke-5, Isyana mulai menyanyikan bagian verse beriring hentakan musik funk bit mid tempo.Begitu pula saat vocalnya masuk ke bagian reffrain, juga masih beriring hentakan musik funk bit mid tempo. 

Terpesona(feat Gamaliel): sound kibor membuka lagu ini sepanjang dua bar. Kemudian vocal Isyana masuk ke bagian verse beriring hentakan musik slow bit funk. Termasuk saat masuk ke bagian reffrain juga masih beriring hentakan musik slow bit funk. Saat masuk reffrain kedua, vokal Gamaliel mulai masuk, bahkan dia juga ngerap. Selain itu dia juga menjadi vokal latar. 

Nada Cinta: genjrengan gitar akustik Rendi Pandugo membuka lagu ini sepanjang empat bar, mengiringi senandung vokal Isyana. Kemudian vokal Isyana masuk ke bagian verse dan masih beriring genjrengan gitar akustik. Saat masuk bagian reffrain, hentakan musik funk bit mid tempo mengiringi vocalnya. Bagian jeda lagu ini diisi sound trumpet dari Brury Effendi. 

Lembaran Buku: denting piano elektrik membuka lagu ini. Selanjutnya vocal Isyana masuk bagian verse beriring denting piano elektrik. Notasi nada bagian verse ini terdengar mirip bagian verse notasi nada lagu "Tetap dalam Jiwa". Selanjutnya vocal Isyana di bagian reffrain. beriring hentakan musik berirama slow RNB. 

Mad: denting synthe bas membuka lagu ini sepanjang empat bar dalam irama bogie wogie. Kemudian vocal Isyana masuk ke bagian verse dan masih beriring synthe bas. Perlahan hentakan musik bogie wogie mengiringi vocalnya di bagian reffrain. Lagu ini juga dimeriahkan sound horn section. 

Anganku Anganmu(feat Raisa): denting piano elektrik membuka lagu ini sepanjang empat bar. Kemudian vocal Raisa masuk terlebih dulu di bagian verse. Selanjutnya menyusul vocal Isyana. Saat masuk ke bagian reffrain beriring hentakan musik slow RNB, dan mereka menyanyi bersama. Sayangnya, tanpa harmonisasi yang bagus. Vocal Isyana terkesan mendominasi lantaran paling tinggi di bagian reffrain ini. 

Winter Song: sound efek kibor muncul sekejap membuka lagu ini. Selanjutnya vocal Isyana masuk dalam senandung berlatar sound kibor. Lalu beriring hentakan musik berbirama 2/4 slow tempo mengiringinya di bagian verse dan reffrain lagu. Menjelang masuk bagian reffrain, gaya menyanyi Isyana bagaikan gaya menyanyi vocalis blues, cepat seolah lepas dari bit temponya. Bagian jeda lagu ini diisi dengan solo piano elektrik. 

That Is, I'm Down: hentakan musik funk bit mid tempo langsung mengiringi vocalnya di bagian verse. Termasuk saat di bagian reffrain. 

Sekali Lagi: denting piano elektrik membuka lagu ini sepanjang 10 bar. Menyusul pada bar ke-5 sound string dari kibor. Kemudian pada bar ke-11, vocal Isyana masuk ke bagian verse beriring denting piano elektrik. Menyusul pada bagian verse, sound gesekan cello. Lalu saat masuk bagian reffrain masih beriring denting piano elektrik. Pada verse kedua dan reffrain kedua, sound string juga melatari vocalnya. 

Gelora: hentakan musik chil out mengiringi senandungnya di bagian intro sepanjang empat bar. Kemudian vocal Isyana beriring hentakan musik chil out di bagian verse. Termasuk di bagian reffrain juga masih beriring hentakan musik chil out. Bahkan di bagian reffrain juga muncul sound horn section. 

 

(Nugroho Wahyu Utomo /SMNetwork /CN40 )

ENTERTAINMENT TERKINI