image

Foto Istimewa

19 Desember 2017 | 11:00 WIB | Medis

Wabah Difteri Meluas karena Imunisasi Tak Sesuai Target

JAKARTA, suaramerdeka.com- Munculnya wabah Difteri di beberapa daerah di Indonesia hingga masuk pada Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri, dimungkinkan karena imunisasi belum merata dan tidak sesuai target.

Masih banyak masyarakat yang beranggapan keliru soal imunisasi dan khawatir terkait efektivitas dan keamanan vaksin bagi anak. Demikian IDI mencoba menarik kesimpulan terkait permasalah ini.

Seperti diketahui, saat ini tercatat ada 38 anak Indonesia yang meninggal karena terserang Difteri. Sementara lebih dari 600 anak dirawat di rumah sakit umum karena terserang difteri di 120 kota atau kabupaten. 

Hal ini yang menjadi suatu keprihatinan dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). 

Untuk mengatasi wabah Difteri ini, digerakkan program Outbreak Response Immunisation (ORI), sebagai strategi untuk mengendalikan KLB melalui pemberian imunisasi tambahan yang dilakukan di wilayah yang sedang terjadi KLB. 

Kegiatan ini telah dilaksanakan serentak pada tanggal 11 Desember, dan menyasar anak usia 1-19 tahun yang tinggal di daerah KLB, sementara bagi anak-anak dan orang dewasa yang tinggal di luar KLB diharapkan melengkapi status imunisasi difteri sesuai usia.

ORI KLB Difteri ini juga dilakukan di sarana kesehatan pemerintah seperti posyandu, puskesmas, dan rumah sakit pemerintah selain itu ORI juga dilakukan di sekolah. 

"Dinas pendidikan coba menginstruksikan kepada kepala sekolah walaupun sudah hari libur tentukan hari tertentu dengan berkordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk melaksanakan ORI," kata Sekjen satgas imunisasi IDAI Sudjatmiko saat acara talkshow IDI terkait difteri, Senin (18/12). 

(ER Maya /CN19 )