image

Foto: Istimewa

30 Januari 2018 | 17:22 WIB | Kejawen

Menguak Sisi Spiritual Gerhana Bulan

Fenomena alam gerhana bulan total diprediksi akan terjadi pada Rabu, 31 Januari 2018. Bukan sekadar kejadian alam yang dapat dijelaskan secara ilmiah, gerhana juga menyimpan sisi spiritual di dalamnya.

Gerhana, baik matahari maupun bulan adalah peristiwa yang penting pada tingkat spiritual. Ada peningkatan pada Raja-Tama yang memiliki efek-efek negatif pada manusia. Hantu-hantu mengambil keuntungan dari meningkatnya Raja-Tama untuk menciptakan berbagai masalah yang memiliki dampak negatif untuk dunia.

Dikutip dari spiritualresearchfoundation.org, Raja dan Tama merupakan unsur pembentuk alam, di samping Sattva. Raja memiliki karakteristik sebagai "aksi dan hasrat", sementara Tama berkarakter "ketidaksadaran dan kelembaman". Komponen dasar Tama adalah yang paling bawah dari ketiganya. Kehadirannya ditandai dengan rasa malas, ketamakan, kemelekatan pada hal-hal duniawi, dan seterusnya. Sementara komponen dasar Raja menyediakan bahan bakar bagi kedua komponen lainnya, yaitu membuat keduanya menjadi suatu aksi.

Peningkatan kadar komponen raja dan tama di dunia mengarah pada semakin maraknya peperangan, aksi terorisme, dan bencana alam. Peningkatan raja dan tama di dunia juga menyebabkan ketidakstabilan dari kelima unsur kosmik yang berujung pada bencana alam yang sangat parah.

Penelitian spiritual telah menunjukkan bahwa dalam hal terjadinya gerhana matahari dan bulan terjadi peningkatan dalam komponen Raja-Tama. Kondisi-kondisi yang sarat akan Raja-Tama ini dapat dimanfaatkan oleh para hantu untuk merugikan masyarakat.

Selama gerhana, lingkungan menjadi kondusif bagi hantu (energi negatif) untuk mengumpulkan dan memanfaatkan energi hitam. Energi hitam adalah jenis energi spiritual yang merupakan senjata utama hantu untuk menyerang atau menyakiti manusia. Untuk itu manusia disarankan untuk melakukan latihan spiritual dan menghindari aktivitas-aktivitas Raja Tama (seperti tidur, pergi ke toilet, makan dan berhubungan badan). Sebab hal-hal tersebut lebih dominan Raja-Tama nya dan hanya membuat kita lebih rentan untuk dipengaruhi oleh leluhur-leluhur yang telah meninggal dan juga hantu-hantu.

Selain itu lontar-lontar dalam tradisi Bali menyebutkan, apabila gerhana bulan terjadi pada hari Rabu (Buda), dipercaya sebagai pertanda banyak ternak yang sakit dan pemerintah dilanda kesusahan.

(Berbagai sumber /SMNetwork /CN41 )