image

Foto: Antara

14 Januari 2018 | 17:45 WIB | Nasional

Advokat Tetap Bisa Ditindak Pidana Jika Beritikad Buruk

JAKARTA, suaramerdeka.com- Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) menilai, seorang advokat tetap bisa ditindak pidana jika diketahui ada itikad buruk dalam melakukan pembelaan terhadap kliennya.

"UU Advokat memang menjamin advokat tidak dapat dituntut baik pidana maupun perdata. Ini kalau dia menjalankan tugasnya dengan baik dan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Sebaliknya, kalau melanggar UU, beritikad buruk, maka bisa ditindak pidana," ujar Koordinator Program PBHI, Julius Ibrani, di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) di Kalibata, Jakarta, seperti dilansir Repubula, Minggu (14/1).

Terkait apa yang dilakukan Fredrich Yunadi, Julius mengungkapkan, perbuatan dugaan pidana yang dikenakan kepada Fredrich tidak bisa dipandang sebagai serangan secara personal terhadap profesi advokat ataupun organisasi profesi. Misalnya Peradi, Ikadin, IPHI ataupun AAI.

Hal itu disebabkan perilaku advokat sendiri sudah diatur secara proporsional dalam Kode Etik Advokat Indonesia. 

"Jadi ada opini yang menyesatkan. Ada yang mencoba menarik bahwa ini kriminalisasi terhadap advokat," tutur dia.

Pembelaan dan pendampingan Fredrich terhadap Novanto, tidak berarti advokat juga ikut mengurus berbagai hal yang tidak berkaitan dengan proses dan upaya hukum yang sedang atau bakal ditempuh.

"Artinya, perbuatan seperti suap-menyuap, memesan kamar rumah sakit, atau berkomunikasi dengan panitera atau hakim dengan maksud untuk tawar-menawar, tidak dapat dibenarkan, meski dilakukan atas nama klien," ujarnya.

(RPK /CN41 )