no image

PECAHKAN REKOR: Direktur Leprid, Paulus Pangka, memberikan penghargaan kepada Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro, Susi Herawati MKes atas rekor kampanye Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) serta pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan dan dokter spesialis berkostum unik terbanyak di area Car Free Day Jalan Pahlawan Semarang, kemarin (14/1). (suaramerdeka.com/Maulana M Fahmi)

14 Januari 2018 | 20:12 WIB | Semarang Metro

Berpakaian Unik, 1.000 Lebih Tenaga Kesehatan Kampanyekan Germas

SEMARANG, suaramerdeka.com- Sebanyak 1.600 tenaga kesehatan dan dokter RSUD KRMT Wongsonegoro mengampanyekan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di area Car Free Day Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (14/1). Kegiatan tersebut melibatkan keluarga besar RD KRMT Wongsonegoro seperti Dirut, doker, perawat hingga officeboy yang berdandan unik ala tokoh pewayangan dan sejumlah pakaian adat daerah di Indonesia. Tak hanya kampanye Germas, mereka juga melakukan pelayanan konsultasi kesehatan dan pengobatan gratis kepada pengunjung CFD. Sejumlah aktivis juga membagikan bingkisan sayuran kepada masyarakat sebagai rangkaian kampanye hidup sehat.  

Kegiatan yang digelar untuk memperingati HUT RSUD KRMT Wongsonegoro ke 27 tersebut, menjadi pusat perhatian masyarakat di CFD. Walikota Semarang, Hendrar Prihardi, bersama dengan Wakil Wali Kota, Hevearita Gunaryanti, serta jajaran Muspida yang hadir ikut serta dalam mendukung kampanye Germas.  

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan untuk memperingati HUT ke 27 RSUD KRM Wongsonegoro yang merupakan rumah sakit miilik Pemerintah Kota Semarang. “Rumah sakit ini didirikan 17 Desember 1990 dan kita patut bersyukur karena semakin banyak melayani masyarakat. Pada usianya yang ke 27 ini tentunya harus diapresiasi dengan terus  melakukan pengembangan kedepannya menjadi rumah sakit yang mampu melayani masyarakat Semarang dengan baik dan mempunyai sarana dan prasarana yang nyaman, canggih dan terbaik juga. Kampanye Gerakan Masyarakat (Gemas) ini juga harus terus dilakukan agar masyarakat bisa sadar akan pentingnya hidup sehat,"jelasnya. 

Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro, Susi Herawati MKes mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan ribuan karyawan kecuali dokter dan perawat yang sedang berpraktek dan jaga. “Kami akan  tetap melayani pasien-pasien sehingga sejumlah dokter dan perawat yang praktek tetap kita siagakan di rumah sakit, sementara yang free tidak praktek mengikuti kegiatan ini. Dengan begitu kegiatan ini tidak mengganggu jalannya pelayanan rumah sakit kita kepada masyarakat," ungkapnya.  

Dalam kesempatan itu, kampanye Germas mampu menorehkan prestasi rekor yang tercatat dalam Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) sebagai rekor kampanye Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) serta pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan dan dokter spesialis berkostum unik terbanyak. Piagam penghargaan diberikan kepada Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, sebagai pemrakarsa, Dirut RSUD KRM Wongsonegoro, dokter Susi Herawatyi sebagai inisiator, Jendral Polisi Kanjeng Pangeran Haryo Rusdihardjo sebagai pendukung serta RSUD KRM Wongsonegoro sebagai penyelenggara. 

Direktur Leprid, Paulus Pangka, yang menyerahkan piagam penghargaan dan piala prestasi mengatakan rekor kampanye Germas patut diapresiasi karena semangatnya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Serta kepeduliannya akan budaya bangsa melalui kekayaan pakaian adat tradisional Indonesia yang dipakai. 

"Kami mengapresiasi semnagat melayani bagi dokter dan tenaga kesehatan RSUD KRM Wongsonegoro kepada masyarakat. Tak hanya mengkampanyekan gerakan masyarakat sehat, mereka juga secara tidak langsung mengkampanyekan pakaian-pakaian tradisional dari berbagai daerah serta budaya wayang orang kepada pengunjung CFD melalui kostum yang mereka kenakan," jelasnya. 

(Maulana M Fahmi /SMNetwork /CN40 )