image

foto: istimewa

23 Januari 2018 | 21:43 WIB | Nasional

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa 6,1 SR

BANDUNG, suaramerdeka.com- Gempa berkekuatan 6,4 SR yang kemudian direvisi menjadi 6,1 SR yang berpusat di barat daya Lebak-Banten pada Selasa (23/1), sekitar Pukul 13.35 WIB dirasakan pula secara kuat di Kota Bandung dan sekitarnya. Ratusan rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Guncangan gempa dirasakan di daerah Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Goyangan yang dirasakan sekitar lebih dari lima detik itu membuat banyak orang, terutama yang berada di bangunan bertingkat bergegas ke luar ruangan. Di pusat pemerintahan Gedung Sate, PNS yang berada di lantai tiga tampak bergegas meninggalkan ruang kerjanya. Di bangunan kolonial itu, getaran gempa memang cukup terasa kencang.

Siswa sekolah dasar di SD Muhammadiyah 7, Antapani, yang berada di lantai dua dan tiga pun berhamburan ke lapangan begitu gempa dirasakan. Setelah terkendali, baik PNS dan siswa itu kembali melanjutkan aktivitasnya.

Sedangkan di kawasan yang berada dekat di pusat gempa dilaporkan adanya kerusakan. Berdasarkan pemetaan, tiga wilayah terpapar paling kuat yakni wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor dengan getaran mampu membuat jendela pintu berderik hingga tiang-tiang bergoyang.

Berdasarkan data BNPB, ratusan rumah rusak akibat gempa tersebut. Di Kabupaten Cianjur, sebanyak enam pelajar luka berat dan dua  pelajar luka ringan akibat tertimba genteng yang runtuh di SMK Tenggeung Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

Selain itu, terdapat pula satu rumah rusak berat di Desa Tanggeung dan satu rumah rusak berat di Desa Pagermaneuh. Dari Kabupaten Sukabumi, sebanyak sembilan rumah rusak ringan, satu rumah rusak sedang, satu masjid rusak berat, dan dua fasilitas umum kesehatan rusak ringan. 

Di wilayah Bogor, beberapa rumah dan bangunan rusak di Kecamatan Sukajaya, Kecamata Nanggung, Kecamatan Megamendung, Kecamatan Caringin, dan Kecamatan Cijeruk. Sebanyak tujuh rumah rusak berat dan lima rumah rusak ringan. 

Di Pandeglang terdapat Aula SMA CMBBS Pandeglang roboh dan beberapa rumah mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa. Di Banten terdapat 115 rumah rusak, satu masjid rusak dan satu puskesmas rusak. "Data akan bertambah karena diperkirakan masih terdapat bangunan yang rusak," kata Jubir BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Sementara itu, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan 6,1 berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada kedalaman 61 km. Menurut Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, M Riyadi, gempabumi selatan Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempang Eurasia.

"Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Cilangkahan diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tandasnya.

(Setiady Dwi /SMNetwork /CN40 )