image

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau pembangunan pedestrian di Kota Lama. (Suaramerdeka. com/Yulianto)

14 Februari 2018 | 13:31 WIB | Semarang Metro

Dewan: Perbaikan Infrastruktur Kunci Pertumbuhan Ekonomi

SEMARANG, suaramerdeka.com –  Sejumlah infrastruktur di Kota Semarang butuh perhatian serius dari pemerintah. Salah satunya adalah perbaikan dan pembangunan jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Pemkot diminta tanggap jika ada laporan jalan rusak, dengan cara segera melakukan perbaikan.

“Pemkot jangan terjebak dengan sekat-sekat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kota,” ujar Joko Santoso Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Rabu (14/2).

Jika ada jalan yang rusak, lanjut Joko Santoso, Pemkot bisa langsung memperbaiki. Salah satunya adalah kerusakan Jalan Arteri Utara kawasan pelabuhan Tanjung Mas yang mengalami kerusakan parah. “Padahal itu merupakan jalur utama menuju pelabuhan Tanjung Mas, salah satu simpul perekonomian,” imbuh Joko Santoso.

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan pemkot Surabaya selalu serius menanggapi setiap kerusakan infrastruktur tanpa melihat itu menjadi tanggung jawab siapa. Selama ada laporan masyarakat dan itu butuh perbaikan, pemkot Surabaya langsung turun tangan. Selain infrastruktur, pelayanan perijinan juga menjadi perhatian serius.

Pelayanan perijinan yang saat ini dilakukan oleh Pemkot Semarang masih butuh perbaikan. “Proses perijinan harus dilakukan dalam satu atap sehingga tidak harus melalui meja atau instansi lain yang kantornya masih terpisah-pisah,” katanya. 

Mengenai pemerataan pembangunan di kota Semarang sudah bagus. Hal ini bisa dilihat dari pembangunan yang sudah menjangkau wilayah pengembangan. “Pemkot juga sudah mulai mendirikan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di sejumlah lokasi, khususnya wilayah pengembangan, saya kira ini langkah yang tepat dalam upaya mengawal pertumbuhan ekonomi,” ujar Joko Santoso.

Sementara itu Kabid Perekonomian Bappeda Kota Semarang Pitoyo Tri Sutanto menambahkan, Semarang masih menjadi daerah dengan pertumbuhan perekonomian tertinggi di Jateng. Hal ini tidak lepas dari kebijakan walikota-wakil walikota yang selalu terbuka dengan investasi. “Angka inflasi juga rendah, kami memiliki komitmen untuk pertumbuhan ekonomi tetap tinggi,” katanya.

Saat ini pertumbuhan ekonomi kota mencapai 6,2 persen. Sementara itu Dr Herdiwinoto dari FEB Unimus menilai, Semarang memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat perekonomian nasional. “Banyak potensi yang bisa dikembangkan, ini menjadi tantangan semua stakeholder untuk memajukan ekonomi kota,” ujarnya. 

(Yulianto /SMNetwork /CN33 )