image

Foto: nuts

14 Februari 2018 | 14:45 WIB | Nasional

Indonesia Menuju Swasembada Protein Hewani

JAKARTA, suaramerdeka.com -Diperlukan kerja sama berbagai pihak untuk mempercepat swasembada protein hewani. Namun sumber protein hewani yang tidak sekedar mengacu kepada daging sapi atau kambing. Tetapi berasal dari keanekaragaman ternak.

"Karena itu pemerintah juga berupaya keras meningkatkan produksi ternak kecil seperti kambing, domba, kelinci, unggas, sapi perah serta ikan," kata Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian (Kemtan), I Ketut Diarmita, di Jakarta, Rabu (14/2).

Pengertian terpenuhinya protein hewani di atas juga sejalan dengan pendapat Guru Besar Pemuliaan dan Genetika IPB Bapak Prof Dr Ir Ronny Rachman Noor. Disebutkan jika produk protein hewani hanya bertumpu pada daging sapi, kerbau, dan kambing, maka swasembada daging akan kehilangan arah.

Menurut Ketut Diarmita ketahanan pangan tidak hanya mencakup pengertian ketersediaan pangan yang cukup. Tetapi juga kemampuan  mengaksesnya (termasuk membeli) pangan dan tidak terjadinya ketergantungan pangan pada pihak manapun.

Saat ini Indonesia telah swasembada daging ayam, bahkan telah mampu mengekspor telur ayam tetas (hatching eggs) ke negara Myanmar, dan telah mengekspor daging ayam olahan ke Papua New Guiniea.

"Pemerintah Jepang dan Timor Leste juga telah menyetujui Indonesia untuk mengekspor daging ayam olahan ke negaranya, tinggal menunggu realisasi saja,” ucapnya.

Untuk komoditas kambing dan domba, Ketut menambahkan, saat ini Indonesia sudah dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan  sedang proses persiapan ekspor ke Brunei Darussalam dan Malaysia.

Bersamaan dengan itu pemerintah terus mendorong masyarakat untuk diversifikasi konsumsi protein hewani, jadi tidak hanya mengkonsumsi daging sapi atau kerbau saja, bisa daging ayam, telur, daging kambing/domba dan kelinci, bahkan ikan yang jumlahnya sangat melimpah.

Menurut Ketut Diarmita ketersediaan produksi daging sapi lokal tahun 2018 belum mencukupi kebutuhan nasional. Prognosa produksi daging sapi di dalam negeri 2018 sebesar 403.668 ton, namun perkiraan kebutuhan daging sapi di dalam negeri 2018 sebesar 663.290 ton. Sehingga kebutuhan daging sapi baru terpenuhi 60,9?ri daging sapi di dalam negeri. 

Untuk mewujudkan percepatan swasembada daging sapi, kata I Ketut, strategi pengembangan sapi potong diarahkan pada struktur hulu yaitu kearah pembibitan dan pengembangbiakan. Hal ini mengingat, industri sapi dan daging sapi masih lebih berkembang ke arah hilir terutama ke bisnis penggemukan dan impor daging. 
 

(Wahyu Atmadji /SMNetwork /CN33 )