image

Foto: ist

14 Februari 2018 | 14:55 WIB | Nasional

SOLUSI UI Desak Pemerintah Ungkap Pelaku Penganiayaan Ulama

JAKARTA, suaramerdeka.com - Komunitas Muslim Profesional lulusan Universitas Indonesia yang tergabung dalam Solidaritas Muslim Alumni Universitas Indonesia (SOLUSI UI) mendesak pemerintah khususnya Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk berlaku adil dan proporsional dalam menindak para pelaku kejahatan terhadap pemuka agama di seluruh Indonesia. 

SOLUSI UI juga meminta aparat kepolisian dapat dengan cepat menangkap dan mengungkap siapa pelaku dan dalang utama pelaku perusakan masjid dan penganiayaan para ustad di berbagai pelosok tanah air. 

Hal ini penting agar umat beragama di Indonesia satu sama lain tidak saling mencurigai. Sehingga keharmonisan dapat terus terjaga. 

"Sebagai negara yang berdasarkan Pancasila, semua pemeluk dan tokoh agama serta tempat peribadatannya harus mendapatkan perlindungan keamanan yang sama. Maka, ketika ada teror terhadap tokoh-tokoh agama, berupa tindakan penganiayaan apalagi sampai menimbulkan korban jiwa, pihak pemerintah dalam hal ini Polri harus dapat menangkap pelaku teror tersebut dan mengungkap siapa dalangnya serta apa motif di belaik itu semua. Sehingga semuanya jelas dan masyarakat tidak saling curiga,” kata Ketua Umum SOLUSI UI Sabrun Jamil kepada pers di Jakarta, Rabu (14/2). 

Sabrun Jamil saat itu didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) SOLUSI UI Eman Sulaeman Nasim, Ketua Dewan Pendiri Andy Azisi Amin, Wakil Ketua Ahmad Ghufron serta pakar-pakar psikologi yang juga pengurus SOLUSI UI Cak Bono dan Andy Kosala.

Menurut Sabrun Jamil, seluruh anggota SOLUSI UI mendukung upaya pengungkapan dan penangkapan dengan cepat pelaku perusakan tempat ibadah seperti gereja, sebagaimana terjadi belum lama ini di suatu kota di Pulau Jawa. Karena itu, pelaku perusakan tempat ibadah agama apapun, harus ditangkap dan diberikan hukuman seberat beratnya. Selain untuk menimbulkan efek jera juga agar kejadian serupa tidak terulang.

“Namun pengungkapan dan penangkapan pelaku perusakan tersebut jangan hanya berlaku bagi pelaku perusakan tempat agama lain saja. Pelaku perusakan masjid dan mushalla serta pelaku penganiayaan tokoh agama Islam atau para ustad di berbagai kota di Indonesia, juga harus cepat diungkap dan ditangkap serta diberikan hukuman seberat beratnya. Agar menimbulkan efek jera dan  diketahui masyarakat luas, siapa dan kelompok mana yang melakukannya dan apa motifnya,” papar Sabrun Jamil.

SOLUSI UI sendiri, menurut Sabrun Jamil dan Eman Sulaeman Nasim, akan mengajukan protes yang sesuai dengan konstitusi kepada Presiden dan Polri, serta DPR RI jika pemerintah baik Presiden maupun Polri  dalam waktu 3 (tiga) bulan tidak dapat segera menghentikan berbagaia kasus perusakan rumah ibadah umat Islam dan dan menagkap pelaku penganiayaan terhadap para ulama.

“Sebagai warga negara yang sah, kami memiliki hak untuk menyampaikan suara kami termasuk suara protes apabila pemerintah lalai dalam melindungi saudara-saudara kami. Lalai dalam menjalankan tugas menjaga keselamatan dan keamanan rakyatnya,” papar Sabrun Jamil.

(Budi Nugraha /SMNetwork /CN33 )