image

Foto: suaramerdeka.com/Hendra S

14 Februari 2018 | 18:50 WIB | Semarang Metro

Personel Siaga Bencana Disiapkan

SEMARANG,suaramerdeka.com- Pasca jebolnya lima tanggul Kali Beringin dan dua tanggul Kali Plumbon, beberapa waktu lalu posko bencana alam didirikan. Sebanyak 10 personel tanggap bencana, disiagakan di posko yang berada di Kelurahan Mangkang Wetan.

Mereka berasal dari petugas kecamatan, Babinsa TNI AD, dan Babinkatibmas Polisi, dibantu sukarelaman. Secara rutin, mereka mengecek kondisi aliran sungai, yang beberapa waktu lalu menyebabkan banjir. Koordinasi dengan petugas di daerah hulu sungai, bila mana ada peningkatan volume air.

''Jadi saat terjadi bencana, mereka berkoordinasi dengan petugas BPBD dan juga Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang. Kemudian menginformasikan kepada masyarakat, saat dibeit air meningkat,'' ujar Camar Ngaliyan, Anton Siswartono, kemarin.

Untuk pengawasan, pihaknya fokus pada tiga kelurahan, yang beberapa waktu terdampak banjir. Tiga kelurahan itu, yakni Mangkang Kulon, Mangkang Wetan, dan Mangunharjo. Dengan adanya tanggap darurat bencana, diharapkan tidak ada korban jiwa saat terjadi banjir.

Anton menambahkan, posko tersebut masih akan berdiri hingga akhir Februari, atau sampai puncak musim penghujan terlewati. Adapun untuk gerakan tanggap darurat darurat bencana, masih akan dilakukan Mei mendatang. Dia pun meminta agar masyarakat tetap waspada.

''Dari pemerintah sendiri, juga terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, untuk normalisasi Kali Beringin dan Kali Plumbon. Dengan sedimentasi yang tinggi dan penyempitan, sungai tersebut sudah tidak dapat menampung volume air, saat daerah hulu hujan deras,'' tambah Anton.

Tanggul Jebol

Sementara itu, satu dari tiga tanggul Kali Beringin yang berada di Kelurahan Mangkang Wetan, hingga kemarin belum juga diperbaiki. Tanggul yang jebol tersebut berada di dekat permukiman warga di RT 03 RW 03. Warga pun khawatir air masuk ke permukiman saat hujan deras.

Khumairoh (40), salah satu warga  RT 03 RW 03 Kelurahan Mangkang Wetan mengaku khawatir saat terjadi hujan. Dikatakan, tanggul yang jebol tersebut sampai saat ini belum ditangani. "Saya deg-degan saat terjadi hujan, karena rumah saya berdekatan langsung dengan lokasi tanggul yang jebol tersebut. Saya berharap pemerintah segera menangani ini," ungkapnya.

Warga lainnya, Rubiah (55), mengatakan tidak bisa tidur jika terjadi hujan. Hal dikarenakan rumah yang ditempatinya sempat tergenang air saat banjir, beberapa waktu lalu. ''Jika tanggul sudah duperbaiki akan meringankan perasaan kami," kata warga RT 3 RW 3, Kelurahan Mangkang Wetan, Tugu tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, di Kali Beringin, ada lima titik tanggul yang jebol. Tanggul yang jebol ada di RT 3 RW 1, RT 3 RW 3, RT 4 RW 3, dan dua titik di RT 7 RW 7. Tanggul yang lain sudah ditutup dengan karung pasir, hanya menyisakan di RT 3 RW 3.

Lurah Mangkang Wetan, Sugiarti saat ditemui di kantor kelurahan mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang serta BBWS Pamali Juana, terkait percepatan penanganan tanggul jebol.

"Kami sudah melaporkannya ke instansi-instansi terkait, terlebih ke pihak BBWS Pamali Juana karena itu masuk wilayah garapannya. Terkait tanggul yang jebol ini, BBWS Pamali Juana baru memperbaiki tanggul di Kelurahan Mangkang Kulon," katanya. 

(Hendra Setiawan /SMNetwork /CN38 )