image

TUNJUKKAN BARANG BUKTI: Kapolres Semarang, AKBP Agus Nugroho, bersama Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana, menunjukkan belasan barang bukti dari tujuh pelaku kejahatan saat gelar kasus. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

14 Februari 2018 | 23:30 WIB | Semarang Metro

Polres Semarang Ringkus Tujuh Pelaku Kejahatan

UNGARAN, suaramerdeka.com- Anggota Sat Reskrim Polres Semarang bersama anggota Unit Reskrim di enam Polsek mengamankan tujuh orang pelaku kejahatan. Para pelaku tersebut, diamankan dalam kurun waktu 2 Januari 2018 hingga 6 Februari 2018.

Kapolres Semarang, AKBP Agus Nugroho mengatakan, pelaku yang tertangkap diduga telah melakukan tindak pidana pencurian rumah kosong, pencurian di sekolah, pencurian motor, dan pencurian di pasar dengan korban pedagang.

Dari penangkapan itu, polisi menyita belasan barang bukti. Dari tangan Nur Khamid alas Gedeg disita barang bukti satu Motor Yamaha Mio H-5558-ADD, dia diringkus ketika beraksi di rumah Cahyo Fajar Santoso warga Lingkungan Krajan RT 03 RW IV Susukan Ungaran Timur.

Sementara dari Aldions Tiar Branestiya (33) warga Mimika Papua, turut diamankan satu unit Yamaha Mio J H-5827-AQG serta uang tunai Rp 1 juta. Tiar diringkus setelah berhasil masuk rumah kos di Lingkungan Ngunut, Jetis, Kecamatan Bandungan.

Kemudian barang bukti satu komputer jinjing, satu kamera digital, satu gelang emas, satu cincin emas, satu motor Honda Beat H-6591-YB berhasil disita dari tangan Kurnia Dwi Sulistyo alias Tolo yang membobol rumah kos di Dusun Dukuh, Kopeng, Kecamatan Getasan yang dikontrak oleh Paulus Muryadi.

Sedangkan dari tangan Hermansyah alias Zaenal (39) warga Dusun Pakel RT 08 RW II, Andong, Boyolali, polisi menyita barang bukti satu ponsel Samsung, dan satu tas punggung yang dicuri pelaku dari ruang guru MI Suruh di Dusun Ploso RT 10 RW VII Kecamatan Suruh.

Terakhir, dari pelaku Danu Supriyanto dan Djayadi, anggota Unit Reskrim Polsek Sumowono mengamankan barang bukti satu dompet, satu ponsel Xiomi, uang tunai Rp 850.000,- dan satu Motor Suzuki Satria H-6038-AKG. Pelaku diamankan setelah dimassa warga karena kedapatan mencuri ponsel serta dompet milik Hikmah salah satu pedagang di Pasar Sumowono. “Dalam beraksi, pelaku rata-rata memanfaatkan situasi dan kelengahan korbannya,” kata AKBP Agus Nugroho, ketika gelar kasus di halaman Polres Semarang.

Selain menangkap pelaku utama, lanjut Kapolres, anggota Unit Resmob Polres Semarang juga berhasil meringkus satu orang penadah barang hasil kejahatan. Dari tangan pelaku penadah, Slamet Murtopo (40) warga Jalan Kakap 89 RT 08 RW I Kelurahan Kuningan, Semarang Utara polisi menyita 19 unit ponsel berbagai merek, satu remot, satu kabel USB direct, satu handycamp, dua kamera digital, satu modem, satu adaptor, serta satu SIM dan STNK.

“Satu penadah kita ringkus di Kajen, Margoyoso, Kabupaten Pati. Slamet menerima barang dari beberapa pelaku tindak pidana pencurian. Teknisnya setelah terkumpul banyak baru dia beli borongan, tidak dijual atau diterima eceran,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan beruntun oleh penyidik, selain di wilayah hukum Polres Semarang para pelaku juga beraksi di Kabupaten Kendal dan Kabupaten Pati. “Di wilayah hukum Polres Semarang ada empat TKP, hampir seluruhnya residivis sudah keluar masuk LP tiga kali. Tersangka Nur Khamid terpaksa kami lumpuhkan dengan tembakan di kaki kanan karena berusaha melawan polisi,” imbuh Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana.

Melihat modus yang dilakukan para pelaku tadi, Kapolres Semarang menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa waspada. Tidak ada salahnya untuk menambah kunci pengaman rumah serta kendaraan bermotor yang diparkir di halaman maupun di garasi rumah. “Jangan sampai lengah dan tetap peduli mengawasi rumah tetangganya. Kalau perlu titipkan rumah ke petugas keamanan lingkungan ketika ditinggal beraktivitas,” tegas AKBP Agus Nugroho. 

(Ranin Agung /SMNetwork /CN40 )