image

Foto: suaramerdeka.com / dok

16 April 2018 | 20:48 WIB | Suara Muria

Penari Erotis Masih Diburu ke Semarang

JEPARA, suaramerdeka.com– Hingga penetapan tersangka ‘’Tragedi Pantai Kartini’’, Polres Jepara masih memburu tiga penari erotis yang pentas di Pantai Kartini, akhir pekan lalu. Selain itu, polisi masih mengembangkan dan mendalami keterangan sejumlah saksi dari pihak-pihak lain yang diduga terlibat.

Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho menjelaskan, saat Kasatreskrim beserta tim Resmob tengah melakukan pengejaran kepada tiga penari erotis tersebut. Namun hingga pukul 19.00 WIB, dirinya belum memeroleh informasi jika ketiga penari yang diduga kuat berasal dari Semarang itu sudah ditemukan.

‘’Saya masih menunggu informasi dari Kasatreskrim dan tim yang sedang di lapangan. Saat ini (Senin malam -red) anggota kami itu di Semarang,’’ terang Kapolres.

Sejauh ini, Polres baru menahan H dan B. Keduanya berperan aktif untuk mendatangkan ketiga penari erotis ke Kota Ukir dan menari di Pantai Kartini.

Yudianto menuturkan, untuk kedua tersangka ini akan dikenakan pasal 33 UU No 4 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pornoaksi. Sementara untuk ketiga penari, akan dijerat dengan pasal 34 di undang-undang yang sama.

Keterlibatan aktif tersangka H dalam kasus ini juga terlihat dalam sebuah video yang tersebar di jejaring perpesanan instan Whatsapp. Dalam video itu, tersangka H bersama ketiga penari erotis berbicara jika akan mendatangkan ketiganya ke Jepara tanggal 14 April.

Video itu kemungkinan dibuat di suatu klub. Sebab sekilas ada kilatan lampu khas sebuah klub malam. Terpisah, Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharta menjelaskan, pihaknya memang tengah melakukan pengejaran terhadap tiga penari erotis.

Ketiga penari merupakan pihak yang terlibat langsung sehingga menjadi salah satu kunci untuk mendalami kasus ini. Namun pihaknya juga melakukan pengejaran ke semua pihak yang terlibat dalam aksi tidak senonoh itu. ‘’Kami melakukan pengejaran ke semua orang yang terlibat dalam kasus ini,’’ kata Kasatreskrim.

(Adi Purnomo /SMNetwork /CN40 )