31 Desember 2017 | Sehat

RS. TELOGOREJO SMC

Teropong Pembuluh Darah Atasi Jantung Koroner

dr. M. Yusuf Suseno, Sp. JP (K) FIHA

PENYAKITjantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia, khususnya Indonesia. Penyakit ini terjadi ketika pembuluh arteri yang memasok darah ke jantung menyempit akibat penumpukan kolesterol dan zat lain, atau lebih dikenal dengan plak.

Seringnya, kondisi pasien yang mengidap kolesterol, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kebiasaan merokok dapat memperburuk penyumbatan kolesterol dalam pembuluh darah.

Dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Semarang Medical Center (SMC) RS Telogorejo, dr M Yusuf Suseno Sp JP (K) FIHA mengatakan, penyumbatan ini menyebabkan terbatasnya pasokan darah ke jantung.

Untuk meminimalisasi risiko terkena penyakit jantung koroner, pasien harus mau menerapkan gaya hidup sehat, seperti olahraga rutin, diet sehat, dan berhenti merokok. Beberapa hal seperti menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah, dan mengatasi stres juga dapat membantu mencegah terjadinya penyakit jantung koroner.

Bagi seseorang yang telanjur mengidap penyakit jantung koroner, penanganan medis yang tepat sangat dibutuhkan demi menunjang keselamatan dan kesehatan. Salah satunya adalah kateterisasi jantung guna memonitor keadaan pembuluh darah koroner lebih mendetail.

Dengan kateterisasi jantung, dokter akan mendapatkan informasi berupa gambaran dua dimensi pembuluh darah jantung, apakah terdapat penyempitan atau tidak. Namun dalam kondisi tertentu, dokter memerlukan alat bantu untuk menggambarkan dinding pembuluh darah jantung secara lebih teliti, yaitu dengan alat Intravascular Ultrasound atau IVUS.

Rotablator

Menurut dr Yusuf, IVUS memungkinkan penggambaran tiga dimensi pada pembuluh darah, sehingga memberikan kemudahan pada dokter untuk mengidentifikasi penyempitan dan memasang ring jantung dengan tepat, sesuai dengan kondisi pasien, dan dengan ukuran ring jantung atau stent lebih akurat.

Pada beberapa kondisi, pasien mengalami pengapuran sangat berat pada dinding koroner, dan membutuhkan alat bantu untuk mengikis kalsifikasi tersebut agar dokter dapat memasang stent dengan baik.

Alat itu disebut Rotablator, merupakan alat bor yang berlapis berlian pada ujung poros penggeraknya yang bersifat fleksibel. “Biasanya sebelum pemasangan stent kita melakukan upaya balloning untuk memperbesar diameter koroner.

Namun upaya ini kadang tidak efektif pada kalsifikasi/pengapuran yang berat. Walaupun membutuhkan biaya lebih besar, Rotablator dapat memberikan hasil lebih baik daripada Balon. Rotablator ini akan mempermudah pemasangan stent dan mengurangi risiko pada pasien,” ungkapnya.

Dengan berbagai kecanggihan dan manfaat dari Rotablator dan IVUS yang sudah dipakai oleh berbagai negara maju, hadirnya alat ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan performa Unit Kateterisasi SMC RS Telogorejo Semarang bagi pasien penyakit jantung koroner.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi call center 24 jam SMC RS Telogorejo di nomor telepon (024) 8646 6000, (024) 8452912, Ph 08112791949 (Dinda). (58)

SMCETAK TERKINI