image
13 Januari 2018 | Solo Metro

FIGUR

Jaga Keterbukaan dan Kebersamaan

MEMIMPINBadan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Surakarta selama satu periode, 2013- 2018, kiprah Abdullah Soewarno terbilang sukses. Laki-laki tambun, 67 tahun itu, mampu mencairkan hubungan para general manager (GM) hotel bintang dan nonbintang yang selama ini beku.

”Kuncinya adalah keterbukaan, kebersamaan, dan mau turun ke bawah,” kata GM Hotel Mandala Wisata itu ketika dihubungi melalui telepon selulernya. Selain itu, keberhasilan dari kepemimpinan bapak dua anak empat cucu itu bisa diukur dari berbagai kegiatan yang dilakukan BPC PHRI Surakarta selama lima tahun.

Mulai dari bidang hukum dan pemerintahan, promosi, hingga pendidikan. Di bidang hukum dan pemerintahan, PHRI membantu menyusun rencana induk pariwisata Kota Solo dan ikut melahirkan badan promosi pariwisata. Di bidang organisasi dan kelembagaan, BPC telah tertata rapi dan kesekretariatan tersendiri. Di bidang pendidikan, PHRI sering melakukan pelatihan dan sertifikasi kompetensi.

Perlu diketahui, sertifikasi usaha dan profesional di bidang sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata adalah sebuah keharusan dan diatur dalam undang-undang. Di bidang promosi dan marketing, asosiasi itu mendorong tiap hotel melakukan pemasaran secara baik dan beretika, baik di dalam maupun di luar negeri. Hotel-hotel juga diajak ikut mempromosikan Kota Solo.

Sebab bila promosi itu berhasil maka perhotelan dan restoran ikut terangkat. ”PHRI telah mempunyai kantor tetap di Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Surakarta. PHRI juga terus menjaga kekompakan antara pengurus dan anggota,” kata wakil ketua Kadin Surakarta itu.

Abdullah berharap, dalam musyawarah cabang (muscab) BPC PHRI Surakarta yang akan digelar Senin (15/1) mendatang banyak memunculkan anak muda yang ikut ”nggula wentah” mengelola asosiasi itu. Sehingga PHRI makin kuat, makin mengakar, dan kiprahnya makin terlihat dan terasa di dunia perhotelan. Muscab ke-12 BPC PHRI Surakarta akan diikuti164 peserta yang memenuhi syarat, punya hak pilih, dan bisa dipilih.

Terdiri dari 56 hotel bintang, 76 hotel nonbintang, 13 restoran dan 16 lembaga pendidikan kepariwisataan,” katanya. ”Selain untuk memilih ketua dan membentuk pengurus baru, muscab juga sebagai sarana menilai pertanggungjawaban kepengurusan BPC PHRI periode 2013-2018 dan menentukan program kerja kepengurusan BPC PHRI periode 2018-202,” katanya.(Langgeng Widodo-20)

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI