image

SM/Sri Hartanto - ARAHAN :Wakapolresta Surakarta, AKBPAndy Rifai memberikan arahan tugas pokok tim Satgas Antiblack Campaign dalam Pilgub Jateng di Mako 2 Polresta Surakarta di Jalan Slamet Riyadi, Gendengan, Solo, Jumat (12/1)

13 Januari 2018 | Solo Metro

Polisi Akan Proses Kampanye Hitam Pilgub

SOLO- Polresta Surakarta akan memproses secara hukum pihakpihak yang melakukan kampanye hitam atau black campaign dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng. Langkah tersebut akan dilakukan jika ada yang memberikan informasi yang tidak benar, berupa provokasi, menjelekkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur melalui media sosial (medsos).

”Penindakan akan ditempuh dengan mengacu UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE),” tegas Wakapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai disela melihat tim Satgas Anti Black Campaign di Mako 2 Polresta Surakarta Jalan Slamet Riyadi, Gendengan, Solo, Jumat (12/1). ”Tim yang telah dibentuk sudah menjalankan tugas dengan memantau, melihat, mendeteksi informasi yang diunggah di berbagai media sosial,” tambah mantan Kapolres Kudus dan Kapolres Sukoharjo itu.

Namun, lanjut Andy Rifai, sampai sejauh ini belum ada pihakpihak yang melakukan kampanye hitam. Seperti yang dimaksud black campaign oleh Wakapolresta, diantaranya mengeluarkan propaganda negatif dengan memuat unsur SARA, ujaran kebencian, berita hoaks dan lainnya.

Pilpres

Nah tugas Tim Satgas, lanjut Andy Rifai yang berkelanjutan hingga pemilihan presiden (pilpres), tugasnya memantau aktivitas di media sosial yang memuat kampanye hitam terhadap calon gubernur dan wakil gubernur tahun 2018.

”Tim Satgas yang telah dibentuk setiap hari ”melototi” media sosial yang dimungkinkan dimanfaatkan untuk menjatuhkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Untuk menjalankan tugas tersebut, perwira menengah berpangkat melati dua dipundak itu menjelaskan, tim Satgas Anti Black Campaign yang sudah dibentuk mempunyai kemampuan dalam menganalisis suatu masalah yang muncul, dapat mengakses hingga melacak siapa atau pihak mana yang melakukan kampanye hitam melalui media.

Andy menyebutkan, ada puluhan petugas yang memang bertugas untuk mengawasi setiap berita yang diungguh di media sosial. Nah untuk melengkapi tugas tersebut, ada 16 perangkat komputer yang digunakan untuk mendukung tugas tersebut.

Seperti diketahui, ada dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang bakal ”bertarung” dalam Pilgub Jateng tahun 2018. Pasangan tersebut yakni Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) dan Sudirman Said-Ida Fauziyah. Ganjar-Yasin secara resmi diusung koalisi parpol PDIP, Partai Golkar, PPP, Nasdem dan Demokrat. Sedangkan Sudirman-Ida diusung oleh koalisi parpol Gerindra, PKB, PKS dan PAN.(G11-20)

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI