image

EMBUNG PANGGANG : Pembangunan embung di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Klaten sudah selesai, akhir Desember 2017 silam.(20)

13 Januari 2018 | Solo Metro

Embung Panggang Atasi Kekeringan Lereng Merapi

  • Cadangan Air dan Resapan

TAHUN2017, Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Klaten mendapatkan anggaran untuk pembangunan embung dari APBD Kabupaten Klaten, senilai Rp 1,91 miliar. Akhir Desember 2017 lalu, embung seluas 1 hektare lebih itu sudah selesai dibangun. Embung di Dukuh Sidosari itu diberinama Embung Tirtosari itu memberi harapan warga agar bisa terlepas dari bencana kekeringan.

Setiap tahun desa di lereng Gunung Merapi itu selalu kekurangan air, hingga warga harus membeli air. ”Panggang tidak punya sumber air alami, warga bergantung air hujan. Jadi bila musim kemarau, warga harus membeli air dari mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Harganya bisa mencapai Rp 120 ribu pertangki isi 5.000 liter,” kata Kades Panggang Nandang Nuryanto, Jumat (12/1). Pembangunan embung terealisasi, setelah Pemdes Panggang mengajukan dana APBD Kabupaten Klaten sebesar Rp 1,91 miliar. Proyek dikerjakan oleh pihak ketiga PT Garin dari Gantiwarno sebagai pemenang lelang dengan nilai penawaran sebesar Rp 1,566 miliar. Dana sisanya kembali ke kas daerah. ”Untuk pembangunan embung, kami siapkan lahan seluas 2 hektare lebih 754 meter persegi.

Namun yang terpakai baru 1 hektare lebih. Rencana ke depan, embung akan dikembangkan menjadi kawasan wisata untuk menarik kunjungan wisatawan ke Desa Panggang,” ujar dia. Untuk menambah pesona embung, Pemdes berharap dinas terkait akan membantu membangun fasilitas embung, seperti taman, kolam pancingan dan tempat penangkaran rusa. Namun, fungsi utama pembangunan embung adalah untuk konservasi.

Potensi Desa

Nandang Nuryanto mengacu pada Permendagri dalam pengembangan potensi desa, yakni one village one product, embung dan Sarana olahraga dan sanggar seni yang nantinya dikelola BUMDes. Untuk produk unggulan sudah ditetapkan hidroponik dengan hydrofarm yang dikelola beberapa kelompok masyarakat. ”Tujuan utama pembangunan embung adalah untuk mengatasi kelangkaan air di musim kemarau.

Tapi potensinya harus dimaksimalkan dengan pengembangan wisata. Alhamdulillah, tahun 2017 lalu sudah luar biasa jumlah pengunjung yang datang ke Desa Panggang,” ujar dia. Dia berharap, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Klaten akan memberikan bantuan dalam pengembangan wisata serta gedung untuk sanggar seni dan olahraga.

Saat ini, Desa Panggang sedang menyiapkan gedung untuk kantor BUMDes Panggang di komplek Balaidesa. Kehadiran Panggang Hydrofarm diharapkan akan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin belajar hidroponik atau membeli sayuran. Harapannya, Panggang Hydrofarm akan masuk dalam paket wisata dengan objek wisata lain di dekatnya.(Merawati Sunantri-20)

Berita Lainnya