13 Januari 2018 | Suara Muria

Pengembang Perumahan Diminta Buat Saluran Air

BATEALIT- Penyebab banjir bandang di area SMKN 1 Batealit dan sekitarnya, Kamis (11/1), disebabkan ditimbunnya aliran sungai oleh pengembang perumahan yang ada di wilayah setempat.

Pemkab pun meminta pengembang membuat saluran air agar kejadian serupa tak terjadi kembali. Hal itu ditegaskan Bupati Ahmad Marzuqi saat memantau kondisi SMKN 1 Batealit, Jumat (12/1).

Selain melihat sekolah, Bupati yang didampingi sejumlah pejabat teras, pihak sekolah, dan Kepala Pelaksana BPBD Lulus Suprayetno juga melihat kondisi sungai yang airnya meluber sehingga menggenangi area sekolah dan sejumlah rumah warga di Desa Bringin dan Mindahan, Kecamatan Batealit. Kami akan segera berkomunikasi dengan pihak pengembang.

Kami meminta kepada pihak perumahan agar membuat saluran untuk mengalirkan air," kata Bupati. Sebagaimana diberitakan Suara Merdeka (11/1), penyebab utama banjir bandang yang terjadi Kamis sekitar pukul 05.00 hingga 06.00 itu lantaran ditimbunnya aliran sungai.

Warga yang menamai sungai tersebut dengan Sungai Mati selama musim penghujan memang berfungsi untuk saluran pembuangan air. Lantaran ditutup, air sungai tumpah ke area yang lebih rendah, termasuk ke sekolah.

Tembok Jebol

Bupati juga meminta agar pihak sekolah menginventarisasi seluruh kerusakan yang diakibatkan banjir bandang. Pemkab menjanjikan untuk mengusahakan perbaikan dan penggantian peralatan dan fasilitas yang rusak. Waka Kesiswaan SMKN 1 Batealit Purwandono menjelaskan, akibat peristiwa itu, tercatat ada 13 ruang yang sempat terendam banjir.

Yakni sembilan ruang kelas, laboratorium otomotif, dua ruang laboratorium agrobisnis tanaman pangan, dan laboratorum tata boga. Tembok belakang laboratorium agrobisnis tanaman pangan jebol. Demikian pula dengan pagar tembok sekolah.

Meski pada Jumat kemarin aktivitas pembelajaran terpantau sudah mulai dilakukan, namun dimungkinkan tak akan maksimal hingga beberapa hari ke depan. Sebab banyak fasilitas yang rusak. Sejak Kamis kemarin, pihak sekolah dibantu pelajar pun sibuk membersihkan fasilitas sekolah yang sempat tersentuh air.

Soal Sungai Kali Mati yang diuruk oleh pengembang perumahan, Purwandono mengutarakan, sudah beberapa kali ada pertemuan membahas persoalan ini. Namun tidak membuahkan hasil lantaran sungai tersebut tetap diuruk."Hingga banjir bandang kemarin pun terjadi," tegasnya.

Lulus Suprayetno mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menerjunkan alat berat. Hal itu untuk menguatkan tanah di area sekolah yang tergerus banjir bandang. "Jika tidak ditata lagi dan dikuatkan, takutnya memengaruhi konstruksi bangunan sekolah," imbuh Lulus.(adp- 48)

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI