13 Januari 2018 | Suara Muria

Satpolair Sosialisasikan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

JEPARA- Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Jepara mengadakan sosialisasi penggunaan alat tangkap ramah lingkungan kepada nelayan di TPI Ujungbatu. Pembinaan ketertiban masyarakat kepada nelayan sebagai tindak lanjut batas akhir diperbolehkannya pemakaian jaring arat/cantrang pada 31 Desember 2017 lalu.

"Walau Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan itu sudah disosialisasikan lebih setahun ke publik, kenyataan di lapangan masih ada nelayan yang mengaku belum memahami.

Untuk itulah pembinaan dengan terjun langsung ke nelayan sangat penting," ujar Kepala Satpolair Polres Jepara AKP Hendrik Irawan, kemarin. Seperti diketahui, sudah bertahun-tahun banyak nelayan mengunakan jaring arat/cantrang yang dinilai tidak ramah lingkungan.

Sebab, merusak ekosistem laut dan memusnahkan bibit ikan. Pembinaan kepada masyarakat nelayan Ujungbatu, baru-baru ini, dipimpin Kaur Bin Ops Satpolair Iptu Lukman Fuadi di Dermaga TPI Ujungbatu.

Kegiatan mendapatkan apresiasi dari nakhoda kapal nelayan "Empat Putra" Ali Safi'i, warga Ujungbatu, beserta 19 anak buah kapal (ABK).

Nelayan mendapat penjelasan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, batas akhir penggunaan cantrang, dan beralih ke alat tangkap ramah lingkungan. Zona batas penangkapan ikan serta pembinaan kelengkapan dokumen kapal.

"Nelayan harus menjaga kekompakan dengan sesama dan berupaya menghindari konflik," tutur Lukman. Pada kesempatan itu, Satpolair menyerahkan sarana kontak dengan nelayan berupa bendera merah putih, buku Undang- Undang Perikanan dan Kelautan serta buku Surat Yasin.(kar-48)

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI