13 Januari 2018 | Semarang Metro

Kasus Sampah Medis Diambil Alih Polres Semarang

UNGARAN- Penanganan temuan sampah medis di Lingkungan Lodoyong V, Ambarawa, diambil alih oleh Satreskrim Polres Semarang. Kepolisian berencana melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang dan laboratorium forensik, untuk menelusuri jejak pelaku pembuangan.

”Belum ketemu siapa yang membuang. Penyelidikan sudah kami ambil alih. Saya sudah perintahkan Kanit Reskrim Polsek Ambarawa untuk ikut bantu menyelidiki,” kata Kapolres Semarang, AKBP Agus Nugroho melalui Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana, Jumat (12/1) siang.

Barang bukti sampah medis yang tergolong limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), menurutnya masih dititipkan di RSUD Ambarawa. Untuk mencari pelakunya, bisa ditelusuri melalui kandungan serta kegunaan obat.

”Kami belum bisa memastikan. Rencananya Dinas Kesehatan dan laboratorium akan dipanggil. Kirakira barang itu sering dipakai siapa, merekalah yang tahu,” terangnya.

Dengan adanya kejadian itu, dia telah memerintahkan anggota Satreskrim dan semua anggota Unit Reskrim di 16 Polsek, untuk memantau alur penanganan limbah medis dari rumah sakit, puskesmas, klinik kecantikan, rumah bersalin, dokter praktik, serta mantri yang membuka praktik kesehatan mandiri.

”Kami pantau ketat. Jagan sampai mereka ngecer-ngecer limbah medis. Limbah B3 ada prosedur penanganannya, tidak serta merta dibuang di tempat umum,” tegasnya.

Ditemui terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Mas Dady Dharmadi, menjelaskan penanganan limbah medis harus khusus. Limbah ini sejak awal harus disendirikan, untuk kemudian dimusnahkan.

Perintahkan Pelacakan

”Setelah digunakan, sampah medis harus dimasukkan ke boks pengaman. Ketika penuh, boks tadi harus ditutup tanpa bisa dibuka lagi, dan kemudian diangkut ke tempat pemusnahan,” jelasnya. Pihaknya mengakui, sejauh ini memang tidak banyak instansi yang memiliki tempat pemusnahan.

Dengan begitu, ada beberapa alternatif pemusnahan. Fasilitas kesehatan seperti RSUD dan Puskesmas di Kabupaten Semarang, selalu melibatkan pihak ketiga untuk membantu memusnahkan.

Upaya itu, telah dianggarkan pemerintah menyusul sudah tertera dalam ketentuan penanganan limbah medis. ”Kami memastikan, temuan limbah medis di Lodoyong Ambarawa bukan dari fasilitas kesehatan, di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang,” tandasnya.

Ketika mengetahui informasi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang sudah memerintahkan jajaran Puskemas di Kecamatan Ambarawa untuk melakukan pelacakan. Mengingat, pihaknya butuh memastikan kandungan obat dan dugaan asal limbah medis tersebut.

Untuk fasilitas kesehatan swasta, menurutnya ketika sudah mengantongi izin operasional, otomatis juga mengantongi izin pengelolaan limbah medis. Karena dokumen itu menjadi persyaratan mutlak ketika mengajukan izin operasional yang ada masa berlakunya.

”Dengan melacak ke sana, kami bisa pastikan jenis limbah medis itu seperti apa. Apakah mereknya sama dengan yang digunakan temanteman Puskesmas, kami berharap ada petunjuk dari upaya tadi,” ucap Mas Dady.

Beberapa staf Puskesmas di wilayah Kecamatan Ambarawa, juga sudah diinstruksikan untuk memberikan penyuluhan melibatkan masyarakat sekitar termasuk siswa yang sekolahnya berdekatan dengan lokasi pembuangan dalam hal ini SD Lodoyong 03 Ambarawa.(H86-51)

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI