14 Januari 2018 | Internasional

Ketika Islamofobia Mendera Kanada

DI ANTARAnegara-negara Barat, Kanada dikenal paling ramah pada umat muslim. Negara itu memperlakukan pemeluk Islam dengan terhormat. Pada saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melarang imigran muslim dari tujuh negara masuk ke negeri Paman Sam, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau justru menyambut dengan terbuka para pengungsi dan muslim untuk masuk ke wilayahnya.

Trudeau bahkan tak segan bertandang ke masjid atau sekolah Islam dan hadir dalam perayaan hari-hari besar Islam. Muslim di Kanada benar-benar telah menuai buah dari toleransi yang ditanam lebih dari 100 tahun lalu. Namun tiba-tiba masyarakat Kanada dikejutkan oleh serangan yang dilakukan oleh seorang pria terhadap bocah muslim di Toronto, Jumat (12/1) waktu setempat. Khawlah Noman (11) dua kali diserang oleh pria tak dikenal yang berupaya menggunting kerudungnya saat dia berjalan menuju sekolah.

”Saya sangat takut dan bingung,” kata Khawlah Noman, siswi Pauline Johnson Junior Public School di Scarborough, Ontario, Kanada, dalam konferensi pers, Jumat (12/1) petang waktu setempat. Khawlah mengatakan, pria yang menyerangnya berjalan di belakangnya dan memegang gunting. Mengetahui itu, Khawlah menjerit dan pria itu kabur, tapi kembali beberapa menit kemudian.

”Dia lalu menggunting kerudung saya lagi sebelum tersenyum dan kabur,” kata Khawlah. Karena insiden itu, Khawlah mengaku sangat takut pergi ke sekolah. Polisi Toronto sedang menyelidiki insiden tersebut sebagai kejahatan kebencian. Mereka meminta bantuan masyarakat untuk mengidentifikasi penyerang yang digambarkan sebagai orang Asia berperawakan sedang dengan kumis tipis dan kacamata hitam.

Pria itu dikatakan berusia pertengahan 20-an dan mengenakan kaus hitam bertutup kepala hitam dan celana hitam. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dalam pidato akhir pertemuan kabinet di London, Ontario, Jumat petang mengecam penyerangan itu. Pesat ”Doa kami bersama anak perempuan yang diserang, sepertinya karena agamanya. Saya tidak bisa membayangkan betapa takutnya dia,” katanya. ”Saya ingin dia dan keluarganya dan kawan-kawannya dan warga mengetahui bahwa itu bukan Kanada yang sebenarnya.”

Tenggelam di balik keriuhan negara tetangganya, Amerika Serikat, pertumbuhan muslim Kanada diam-diam meningkat pesat. Pada Mei 2001, terdapat 579.645 muslim di Kanada atau sekitar dua persen dari total populasi. Padahal pada 1991, jumlah mereka hanya 0,9 persen dari penduduk Kanada. Sensus terbaru 2013 menyebut populasi Muslim telah mencapai 2,8 persen dari total 32,8 juta populasi penduduk Kanada. Jumlah ini menempatkan Islam sebagai agama minoritas terbesar di Kanada.(Nashihah, aljazeera-mn-53)

Berita Lainnya


SMCETAK TERKINI