14 Januari 2018 | Olahraga

Skuad Garuda Bakal Tampil Rapat

JAKARTA- Pelatih Timnas Indonesia Luis Milla berhasrat skuadnya bisa meredam Islandia saat kedua tim bertemu pada laga persahabatan internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Minggu (14/1) malam ini.

Juru racik asal Spanyol tersebut mengaku telaj memiliki cara jitu agar timnya tidak menjadi bulan-bulanan lawan. Boaz Solossa dan kawan-kawan diminta menampilkan permainan kolektif dengan mengandalkan operan pendek. ”Kami akan coba bermain dekat, rapat, dan tidak cepat kehilangan bola. Saya percaya Indonesia bisa menyulitkan Islandia di pertandingan besok,” kata Luis Milla di Jakarta, Sabtu (13/1). Meski tak diperkuat sejumlah pemain utama, Islandia tetap tim mapan.

Mereka tak mudah ditaklukkan, apalagi mereka didukung postur yang mumpuni. Saat jumpa pemain bertabur bintang yang tergabung dalam tim Indonesia Selection, Kamis (11/1) di Sleman, pasukan Heimir Hallgrimsson menang setengah lusin gol tanpa balas. ”Islandia tim menyerang dan punya transisi yang cepat. Mereka sering memainkan bola-bola panjang dan punya tinggi tubuh yang bagus,” jelasnya. Di lain sisi, persiapan Indonesia menghadapi laga nanti cukup mepet. Pemain dikumpulkan baru dua hari yang lalu.

Belum lagi, kondisi pemain tak sebugar saat kompetisi masih berlangsung. ”Saya sadar saat ini tidak dalam kondisi baik bagi pemain karena sedang dalam pramusim. Baru satu minggu pemain berlatih,” ujar Milla. Kendati demikian, mantan pelatih timnas Muda Spanyol tersebut tak minder menghadapi salah satu kontestan Piala Dunia 2018 Rusia.

Milla tetap antusias mengingat pertandingan ini cukup penting sebagai pembelajaran dan persiapan Indonesia tampil di Asian Games 2018. ”Islandia sedang dalam level tertinggi, tapi ada proses di balik itu. Pertandingan besok akan jadi pembelajaran bagus bagi kami di mana objektif kami adalah Asian Games,” ucapnya. Stadion yang dipakai laga nanti bakal menjadi sejarah bagi timnas, mengingat venue ini baru selesai direnovasi untuk Asian Games 2018 sejak dua pekan lalu.

Laga Indonesia versus Islandia menjadi laga pertama. Sebelum laga, stadion terbesar di Tanah Air ini akan diresmikan terlebih dahulu oleh Presiden Joko Widodo. ”Stadion GBK setelah renovasi sangat bagus. Kami berharap permainan anak-anak bisa menyemai level stadion yang sudah kelas dunia,” ungkapnya. Terpisah, pelatih Timnas Islandia Heimir Hallgrimsson mengakui kesulitan membawa pemain utama pada pertandingan nanti.

Pasalnya, pemain senior binaannya masih membela sejumlah klub di kompetisi Liga Eropa yang saat ini sedang berputar. Kondisi tersebut memaksanya membawa pemain muda. ”Ini berbeda dengan tim yang ada di Piala Dunia. Kami tidak bisa membawa pemain yang ada di Liga Eropa. Tapi ini adalah tim masa depan untuk Islandia,” ujarnya.

Sementara itu, tiket yang dijual pada laga ini tak semurah seperti pertandingan- pertandingan timnas sebelumnya. Jika dulu tiket paling murah dijual Rp 50 ribu, saat ini pembeli harus merogoh kocek dua kali lipat atau Rp 100 ribu. Sedangkan yang paling mahal sekitar Rp 1,5 juta. Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menuturkan, harga tiket memang dinaikkan mengingat fasilitas di Stadion GBK saat ini sudah berbeda.

Sekarang penonton di dalam tribune bisa mendapatkan kursi sesuai tiket yang tertera. ”Ini fasilitas yang tidak biasa, spesial dengan seluruh fungsi yang ada. Kualitas stadion sudah standar internasional dan seluruh komitmen pemeliharaan dan pembiayaan menjadi faktor utama kenapa harga tiket sudah tidak bisa Rp 50 ribu lagi,” jelasnya.(K4-64)

SMCETAK TERKINI