image

FOTO-FOTO SM/Agung Mumpuni : Antrean becak bermotor gede, biasanya bermerek BSAsisa Perang Dunia II, yang menjadi ciri khas di Pemantang Siantar.

28 Januari 2018 | Jalan-jalan

Berkeliling Kota Naik BSA

BECAKSiantar sudah dikenal di seluruh pelosok dunia. Itulah becak yang dimodifikasi dari motor BSA, yang dulu merupakan kendaraan perang. Dan, Siantar menjadi satu-satunya kota yang berhasil merawat motor itu sebagai becak pengangkut. Kini, tinggal 260-an unit becak di Siantar. Alat transportasi itu miliki Siantar itu merupakan peninggalan Perang Dunia II. Walau angkutan umum cukup banyak, wisatasan dari luar Siantar tentu penasaran dengan becak itu. Mereka pun lebih memilih berkeliling Siantar naik becak. Sebagian besar pemilik sepeda motor BSA memang telah memodifikasi kendaraan itu. Mereka merombaknya menjadi becak pengangkut orang.

Hanya sebagian kecil yang tetap seperti semula dan dikoleksi kolektor. Becak di Siantar memang khas. Becak bermotor memang ada di beberapa kota lain. Namun becak motor di Siantar tetap unggul. Ya, lantaran becak itu ditarik motor besar tua bermesin antara 350 dan 500 CC. Itulah motor yang semula paling banyak digunakan Birmingham Small Arm (BSA). Motor buatan Inggris itu semula diciptakan sebagai kendaraan perang. Memang ada pula motor lain, seperti Norton, Triumph, BMW, dan Harley Davidson. Namun terbanyak tetap BSA. Rata-rata usia motor sudah 60 tahunan. Motor yang saat ini berjumlah sekitar 400 unit itu buatan 1941, 1948, 1952, dan yang paling gres 1956.

Berbeda dari konstruksi kabin becak yang biasanya dari kayu dengan rangka besi, becak di Siantar bermotor besar sehingga mampu melaju dalam kecepatan tinggi. Kabin becak di Siantar dibuat lebih kukuh. Rangka dan bodi kabin dari logam, dikombinasikan dengan rangka kayu seperti pada industri karoseri automotif setengah abad lalu.

Untuk mendorong pelestarian keberadaan becak, Pemerintah Siantar membuat Tugu Becak Siantar yang diresmikan pada 5 Oktober 2016. Peresmian tugu itu dihelat saat bersamaan perayaan HUT Ke-10 Birmingham Small Army (BSA) Owner Motorcycles Siantar (BOMS) di Lapangan Adam Malik, Pematang Siantar.

Becak di Siantar sudah dapat dijadikan menjadi salah satu benda purbakala. Sebab, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992, setiap benda peninggalan sejarah lebih dari 50 tahun dapat dinyatakan sebagai cagar budaya dan pemerintah wajib melindungi.(44)

Berita Lainnya