04 Februari 2018 | Arsitektur

Memperluas Cakupan Layanan ke Kota

DENGANtelah ditetapkannya UU No. 6 tahun 2017 tentang Arsitek, maka Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) sebagai satu-satunya asosiasi bagi profesi arsitek harus mampu mengembangkan sayap layanannya ke seluruh wilayah Nusantara.

Bila selama ini peran IAI dianggap terbatas menjangkau kota-kota besar saja, maka di masa datang IAI harus mampu menjangkau arsitek yang keberadaannya tersebar di seluruh pelosok tanah air.

Dengan amanah ini, maka IAI Daerah Jawa Tengah selalu berupaya untuk dapat memberikan layanan yang dapat menjangkau seluruh kabupaten dan kota yang ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Layanan bagi para arsitek yang selama ini masih terpusat di Semarang dan Surakarta, maka pada tahun ini akan dibentuk beberapa IAI Wilayah yang akan berada di setiap Eks Karesidenan di Jawa Tengah.

Dengan perluasan ini, maka wilayah-wilayah yang jauh dari Semarang dan Surakarta akan menjadi lebih mudah dan dekat layanan anggotanya. Wilayah Eks-Karesidenan Banyumas dengan potensi arsitek-arsitek senior dan muda yang melimpah, merupakan wilayah pertama yang akan segera dirintis pembentukan IAI Wilayah nya.

Untuk mendukung rencana tersebut, maka pada hari Sabtu, 27 Januari 2018, telah diselenggarakan “Architectural Seminar” bertempat di Santika Hotel Purwokerto,. Acara terbagi menjadi 2 sesi, yang terdiri dari : Sosialisasi UU Arsitek yang baru dan rintisan pembentukan IAI Wilayah Purwokerto.

Di sesi pertama, Ar Ahmad Djuhara, IAI, AA, memaparkan peran Arsitek setelah terbitnya UU No 6 tahun 2017 dan tantangannya di masa mendatang. Djuhara menjelaskan bagaimana UU Arsitek ini mengatur hubungan Arsitek dan Masyarakat secara umum, tak terkecuali hal-hal yang berkaitan dengan dimungkinkannyaArsitek berkewarganegaraan asing melakukan Praktik Arsitek di Indonesia.

Bagaimana arsitek lokal membentengi diri dari persaingan ketat dengan arsitek asing setelah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Salah satu keunggulan yang berpotensi menjadi modal kuat bagi arsitek lokal untuk dapat memenangkan persaingan tersebut diatas adalah penguasaan akan kearifan lokal Indonesia.

Lebih lanjut, Djuhara kemudian memaparkan pembentukan sebuah lembaga yang nantinya akan mengatur dan menerbitkan sertifikasi profesi bagi para arsitek, yakni Dewan Arsitek Indonesia. Dewan ini memiliki wewenang dalam menetapkan status keprofesian arsitek, melalui proses sertifikasi, registrasi dan lisensi.(63)

Anityas Dian Susanti, Sekretaris 1 IAI Daerah Jawa Tengah)

Berita Lainnya