14 Februari 2018 | Internasional

Presiden Zuma Didesak Mundur

PRETORIA- Partai yang berkuasa di Afrika Selatan, Kongres Nasional Afrika (ANC), secara resmi meminta Jacob Zuma (75) untuk mundur dari jabatannya sebagai presiden, Selasa (13/2).

Keputusan itu diambil setelah para pejabat senior partai melakukan perundingan secara maraton selama 13 jam. Jika Zuma tetap tidak mau mundur, dia akan menghadapi voting di parlemen dan diyakini dia bakal kalah. Sebenarnya Zuma didesak mundur sejak Desember lalu setelah Wakil Presiden Cyril Ramaphosa menggantikannya sebagai Ketua ANC.

Masa jabatannya sebagai presiden sendiri baru akan berakhir tahun depan. Sekretaris Jenderal ANC, Ace Magashule, melayangkan surat kepada Zuma di kediaman resminya di Pretoria, ibu kota Afrika Selatan. Isinya secara resmi memberi tahu dia mengenai keputusan Komite Eksekutif Nasional ANC untuk ”menarik” dirinya.

Dia mengungkapkan bahwa Zuma sepakat untuk mundur jika dia diberi periode masa transisi selama tiga hingga enam bulan, namun ANC menolak permintaan itu. Kabar yang beredar, Zuma akan menanggapi keputusan itu pada Rabu (14/2). ”Afrika Selatan sedang mengalami masa ketidakpastian dan kerisauan akibat persoalan transisi kekuasaan ini,” papar Magashule.

Sejumlah sumber menuturkan, Zuma tetap menolak mundur dan ANC sepertinya akan melakukan mosi tidak percaya terhadap dirinya. Semua itu semakin menambah ketidakpastian tentang apa yang ditegaskan Cyril Ramaphosa selama ini bahwa Zuma akan segera mundur.

Tudingan Korupsi

Sebelumnya, Ramaphosa meninggalkan rapat Komite Eksekutif Nasional ANC untuk berkunjung ke kediaman Zuma guna membujuk sang presiden agar bersedia dengan suka rela untuk mundur. Selama menjabat sebagai presiden sejak 2009, Zuma sering dirundung tudingan korupsi dan dia selalu membantahnya. Pada 2006, pengadilan tertinggi Afrika Selatan memvonis Zuma melanggar konstitusi setelah dia gagal mengembalikan uang negara untuk membangun rumah pribadi. Tahun lalu, Mahkamah Agung Banding memutuskan bahwa dia menghadapi 18 kasus korupsi, penipuan, dan pencucian uang terkait kesekapatan pembelian senjata pada 1999.

Dia juga dituding memiliki kedekatan dengan konglomerat kelahiran India, Gupta, yang diduga telah memengaruhi dan menyetir pemerintahan. Akibat tudingan itu, popularitas Zuma mulai menurun. Beberapa pengamat menilai, sangat sulit bagi Zuma untuk mengelak dari permintaan mundur yang disampaikan ANC secara resmi. Namun, secara hukum dia tidak wajib menerimanya dan secara teknis dapat melanjutkan jabatan presiden meskipun kehilangan kepercayaan dari partainya tersebut. Kemudian, dia bakal menghadapi voting di parlemen yang dijadwalkan bakal diadakan pada 22 Februari namun sepertinya akan dimajukan.

Zuma pernah lolos dari voting semacam itu namun dia kali ini sepertinya dia akan kalah. Voting kepercayaan di parlemen akan dinilai sebagai proses yang memalukan bagi dirinya dan partai ANC yang berkuasa.(bbc, cnn-sep-25)

Berita Lainnya