14 Februari 2018 | Internasional

AS Upayakan Kenaikan Anggaran Pertahanan

  • Hadapi Ancaman Tiongkok dan Rusia

WASHINGTON- Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon mengajukan anggaran pertahanan senilai 686 miliar dolar atau sekitar Rp 9.400 triliun kepada Kongres untuk menghadapi ancaman Tiongkok dan Rusia. Jika disetujui, anggaran tahun ini tersebut bisa menjadi salah satu yang terbesar sepanjang sejarah AS.

Pada saat yang sama, pemerintahan Donald Trump juga berencana memangkas pengeluaran untuk dipomasi internasional dan bantuan luar negeri dalam anggarannya.

Presiden Trump menyatakan militer AS akan menjadi negara yang paling kuat sepanjang masa bila menambah persediaan senjata yang ada. Anggaran 686 miliar dolar yang diajukan Pentagon lebih tinggi 80 miliar dolar dibanding anggaran 2017. Pentagon menegaskan, peningkatan itu terutama dibutuhkan untuk menangkal ancaman Rusia dan Tionkok. ”Persaingan kekuatan hebat, bukan terorisme, telah menjelma menjadi tantangan utama bagi keamanan dan kesejahteraan AS,” kata Wakil Menteri Pertahanan David LNorquist kepada wartawan. ”Semakin jelas bahwa Tiongkok dan Rusia ingin membentuk dunia konsisten dengan model otoriternya, yakni memperoleh kewenangan veto terhadap keputusan ekonomi, diplomatik, dan keamanan negara-negara lain,” bunyi dokumen rencana anggaran tersebut seperti dikutip CNN.

Hegemoni Regional

”Tiongkok berupaya membentuk hegemoni regional Indo- Pasifik dalam jangka pendek,” lanjut dokumen tersebut.

Sementara untuk jangka panjang, negara itu disebutkan berupaya untuk ”mencapai keunggulan global atas AS”. Dokumen itu merujuk laporan terkonfirmasi soal pembangunan pulau yang dilakukan oleh Tiongkok di Laut China Selatan, lengkap dengan sejumlah fasilitas yang tengah dibangun di Kepulauan Spratly dan Paracel.

Perkembangan angkatan udara Tiongkok konsisten dengan upaya untuk meningkatkan kapabilitas militernya. Pada Jumat lalu, Beijing menyatakan jet tempur siluman barunya yang dinilai sebagai pesaing F-22 dan F-35 milik AS, sudah siap tempur. Pada tahun lalu, Tiongkok juga menambahkan kapal perang canggih pada armada angkatan lautnya dan secara resmi membuka pangkalan militer luar negeri pertama di Djibouti.(cnn-25)

Berita Lainnya