15 Februari 2018 | Fokus Jateng

Kereta Penumpang Diusulkan Berhenti di Stasiun Batang

BATANG- Belum adanya kereta penumpang yang berhenti di Stasiun Batang, menjadi perhatian anggota DPD asal Jawa Tengah, Bambang Sadono. Seharusnya untuk menghormati masyarakat Kabupaten Batang, ada kereta api yang berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

‘’Saya kira masuk akal kalau ada kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Batang, karena di Semarang kereta behenti di Tawang dan, Poncol, di Jakarta juga kereta berhenti di Stasiun Jatinegara, Gambir, atau Pasar Senen.

Kalau potensi kuat tidak harus ke Pekalongan, tapi berhenti di Batang itu sekaligus untuk menghormati masyarakat,’’ kata dia seusai acara melantik Pengurus Perkumpulan Mantan Anggota DPRD Bhakti Praja dilanjutkan sosialisasi Empat Pilar di Hotel Sendang Sari, Rabu (14/2). Dia menuturkan, Batang memiliki potensi luar biasa, sehingga masuk akal kalau kereta penumpang berhenti di Stasiun Batang. Apalagi ada Proyek PLTU Batang 2 1.000 MW yang terbesar di Asia Tenggara.

‘’Saya akan perjuangkan aspirasi masyarakat Batang ke pusat agar ada kereta api penumpang berhenti di Stasiun Batang. PLTU itu berpotensi luar biasa, jadi kalau selama ini alasannya dekat dengan Pekalongan, maka sudah saatnya kini berhenti di Batang,’’ tandas mantan Ketua PWI Jateng itu didampingi Ketua Bhakti Praja Batang Sodiq.

Koordinasi

Bupati Wihaji menegaskan, dia sudah koordinasi dengan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan agar ada kereta penumpang berhenti di Stasiun Batang agar warga Batang tidak harus ke Stasiun Pekalongan untuk naik kereta api. ‘’Saya sudah menemui Dirjen Perkeratapian maupun PT KAI meminta agar rakyat Batang bisa naik dan turun dari Stasiun Batang. Minimal kereta api ekonomi tujuan ke Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Kediri dan Blitar, serta kota-kota lainnya. Namun, sampai kini belum ada jawaban,’’ tandasnya.

Desakan ada kereta api berhenti di Stasiun Batang juga datang dari wakil rakyat di DPRD Batang Mu’afie yang menyatakan sudah saatnya PT KAI memperhatikan masyarakat. Sudah bertahun-tahun warga Batang yang akan naik kereta api harus naik dari Stasiun Pekalongan, demkian juga saat turun. ‘’PT KAI jangan melupakan jasa rakyat Batang yang merelakan tanah untuk pembangunan jalur rel ganda.

Semua berjalan lancar, sukses tanpa ekses, masak hanya jadi penonton kereta yang lewat. Saya kira belum terlambat untuk memulai kereta api ekonomi berhenti di Stasiun Batang,’’ kata politikus Nasdem itu. Dia menuturkan, paradigma di Batang tidak ada penumpang dan dekat Stasiun Pekalongan harus dihapus. Sebab, sudah saatnya masyarakat Alas Roban itu mendapat pelayanan dari PT KAI. ‘’KA Kaligung saja dari Brebes- Tegal-Pemalang-Pekalongan, Batang malah bablas, tapi berhenti di Weleri.

Apalagi untuk kereta api jurusan Jakarta dan Surabaya serta kota lain. Mudah-mudahan PT KAI teringat jasa-jasa masyarakat Batang. Saya akan terus berjuang agar kereta penumpang berhenti di Batang,’’ tandas mantan Kades Kalisalak, Limpung, itu.(ar-27)

Berita Lainnya