15 Februari 2018 | Fokus Jateng

Polisi Ungkap Sindikat Pengoplos Elpiji Subsidi

SLAWI- Satuan Reserse Kriminal Polres Tegal menangkap sindikat kecurangan penjualan elpiji ukuran 12 kilogram, belum lama ini. Tiga pelaku bernama Slamet (32) warga Dukuh Pener, Desa Kertaharja, Kecamatan Kramat, Pulung Gono (35) warga Dukuh Posong Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah dan Diding Safrudin (34) warg Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru ditangkap karena menggunakan elpiji pada tabung 3 kg untuk diisi ke tabung elpiji yang memiliki volume lebih besar. Padahal elpiji 3 kg merupakan gas bersubsidi untuk masyarakat miskin dan UMKM.

Penangkapan terhadap ketiga pelaku pada Kamis (8/2) lalu itu berdasarkan informasi dari masyarakat yang diterima Sat Reskrim Polres Tegal, terkait adanya kegiatan produksi pengisian tabung elpiji berukuran 3 kg yang dipindahkan ke dalam tabung elpiji kosong berukuran 12 kg tanpa mempunyai izin dari dinas terkait.

Kegiatan pengisian elpiji dilakukan di rumah warga di Dukuh Pener RT 03 RW 03 Desa Kertaharja, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Kapolres Tegal, AKBP Heru Sutopo melalui Wakapolres Tegal Kompol Muhammad Purbaya mengatakan, dari hasil pengecekan yang dilakukan polisi di rumah tersebut, memang dijumpai aktivitas pengisian elpiji yang dilakukan secara ilegal.

Barang Bukti

Selain mengamankan tiga tersangka, di rumah itu polisi juga mengamankan barang bukti berupa 33 tabung elpiji ukuran 12 kg isi penuh, tiga tabung gas 12 kg isi setengah, 27 tabung 3 kg penuh, 101 tabung elpiji 3 kg dalam kondisi kosong.

Selain ini obeng dan satu buah keni yakni alat yang digunakan untuk mengalirkan gas, dandang alumunium yang digunakan untuk merendam tabung gas 3 kg sebelum diisi ke tabung 12 kg serta puluhan tutup tabung (knop) dan seal plastik berwarna ungu bertuliskan PT Sika Lisah H. Purbaya mengatakan, ketiga pelaku memiliki peran masingmasing.

Slamet berperan membeli elpiji 3 kg dan mengisi elpiji, sedangkan Pulung Gono dan Diding Safrudin bertugas memasarkan elpiji 12 kg yang dikemas dalam tabung biru maupun tabung Bright Gas berwarna merah jambu ke konsumen. ”Dari pengakuan tersangka, mereka membeli elpiji 3 kilogram seharga Rp 20 ribu per tabung, kemudian empat tabung elpiji 3 kg diisikan ke satu tabung elpiji 12 kilogram.

Dari modal Rp 80 ribu mereka jual Rp 133 ribu, untung Rp 50 ribuan per tabung,îkata Purbaya, saat konferensi pers , Rabu (14/2). Purbaya menyebutkan, untuk mengisi tabung elpiji 12 kg pelaku membutuhkan waktu sekitar 12 menit. Setiap minggu mereka bisa memasarkan 60 tabung. Adapun praktek pengoplosan elpiji ini sudah berlangsung sekitar dua bulan.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang tindak pidana perlindungan konsumen dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar. Disamping itu juga dijerat pasal 32 ayat (2) Jo pasal 30 UU RI Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dengan pidana penjara selama-lamanya enam bulan dan atau denda setinggitingginya Rp 500 ribu.(H45-54)

Berita Lainnya