image

SM/Surya Yuli P : LEWAT TENGAH KOTA: Pengemudi kendaraan angkutan barang jenis truk dan tronton memilih lewat tengah kota (Jalan Soekarno-Hatta, Jl Veteran, Jl Osamaliki, dan Jl Diponegoro) daripada lewat Jalan Lingkar Selatan. Dampaknya, kerap terjadi kemacetan dan krodit di tengah kota. (38)

15 Februari 2018 | Semarang Metro

Truk dan Tronton Dilarang Lewat Jalur Tengah Kota

  • Akan Dipasang Rambu Larangan

SALATIGA- Dinas Perhubungan Kota Salatiga mulai menerapkan larangan kendaraan angkutan jenis truk dan tronton melintas jalur tengah Kota Salatiga, dalam waktu dekat ini.

Kendaraan angkutan jenis itu diwajibkan melewati Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tanpa terkecuali. Truk dan tronton yang tetap nekat lewat jalur tengah Kota Salatiga (Jl Fatmawati, JL Diponegoro, Jl Osamaliki, Jl Veteran, Jl Soekarno-Hatta) akan ditindak tegas antara lain dengan tilang Hal itu ditegaskan Kepala Dishub Kota Salatiga, Ady Suprapto, kepada Suara Merdeka, kemarin. ”Kendaraan berat jenis angkutan truk dan tronton tidak boleh melintas di tengah kota, sudah menjadi kebijakan rekayasa lalu lintas Dinas Perhubungan pada Rakor Dishub Oktober 2017 lalu. Dan telah dilaksanakan sebelum Natal 2017,” kata Ady Suprapto. Namun, karena masih menunggu anggaran 2018, sehingga kebijakan dan tindakan tegas mewajibkan truk berat dan tronton lewat JLS, baru diterapkan setelah dipasang rambu-rambu. Sebenarnya, kata dia, imbauan truk lewat JLS sudah dilakukan menggunakan rambu Variable Message Sign (VMS) milik Dishub Kota Salatiga di ujung JLS, baik di Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Fatmawati.

Artinya, dari arah solo sudah ada rambu VMS yang mengingatkan agar truk masuk ke JLS. Begitu juga sebaliknya dari arah Semarang, juga ada rambu VMS yang sama. Ady Suprapto menjelaskan, bila rambu larangan truk masuk atau lewat tengah Kota Salatiga telah dipasang dalam pengadaan tahun 2018 ini, maka akan dilakukan tindakan tegas berupa peringatan dan tilang kepada kru truk yang melanggar. Adapun kendaraan truk yang bisa masuk kota, hanya yang memiliki izin. Hal itu terkait dengan barang bawaan truk yang berkaitan dengan kebutuhan atau distribusi di dalam kota.

Atasi Kemacetan

Sebagaimana diketahui, jalur lalu lintas di tengah Kota Salatiga, kerap mengalami kemacetan karena kepadatan kendaraan. Terutama pada jam sibuk, yakni pada pagi hari ketika anak-anak berangkat ke sekolah dan pegawai berangkat ke kantor. Salah satu penyebab kemacetan, karena kendaraan truk dan tronton lebih memilih lewat jalur tengah kota, ketika akan menuju ke Solo atau sebaliknya ke Semarang.

Dengan adanya JLS, maka kendaraan antarkota, seharusnya memanfaatkan JLS dan tidak lewat tengah kota. Sementara itu, Satlantas Polres Salatiga akan mengalihkan kendaraan angkutan barang jenis truk dan tronton yang biasanya lewat jalur tengah Kota Salatiga, terutama pada jalur sibuk mulai pukul 06.00 hingga pukul 08.00.

Kasatlantas Polres Salatiga AKP Tri Wahyuningsih, upaya pengalihan kendaraan angkutan jenis truk dan tronton agar lewat di JLS diharapkan bisa dilaksanakan secara permanen. Karena itu, Satlantas Polres Salatiga telah meminta agar ke depan, Dinas Perhubungan memasang rambu yang mewajibkan kendaraan truk atau tronton, agar lewat JLS. Rambu-rambu tersebut, dipasang di pintu masuk JLS Blotongan (utara), dan JLS Cebongan (selatan).(H2-38)

Berita Lainnya