image

SM/Surya Yuli P : DIALOG DENGAN WISATAWAN : Siswa SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga praktik berbahasa Inggris dengan wisatawan yang sedang berkunjung ke Candi Borobudur. (38)

15 Februari 2018 | Semarang Metro

Siswa SMP Belajar Bahasa Inggris dengan Turis

SALATIGA- Siswa SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga mengikuti wisata belajar di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, pekan lalu. Dalam kegiatan itu, siswa dikenalkan dengan sejarah candi Budha tersebut dan diwajibkan mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggris dengan warga negara asing yang sedang berkunjung ke candi itu.

Dalam perjalanan Salatiga- Magelang, siswa mendapat pengetahuan sejarah Candi Borobudur dari dua mahasiswa jurusan Sejarah Peradaban Islam (SBI) IAIN Salatiga. Setibanya di Candi Borobudur, para siswa melaksanakan tugas reporting dengan berbahasa Inggris. Dengan penuh semangat, para siswa langsung melaksanakan tugasnya mencari wisatawan dari berbagai negara sebagai native speaker.

Ada wisatawan yang berasal dari Bangladesh, Pakistan, Australia, Hungaria, Inggris, dan lainnya. ”Para siswa kami minta untuk mempraktikkan berdiskusi dan berdialog dengan wisatawan asing tersebut dengan menggunakan bahasa Inggris,” kata Kepala SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, Sutomo, kemarin.

Menurutnya, kegiatan wisata belajar ini bertujuan untuk meningkatkan keberanian, kepercayaan diri kepada siswa, dan yang paling utama adalah meningkatkan kemahiran siswa dalam praktik berbahasa Inggris. Siswa merasa sangat senang dan bangga bisa berbicara langsung dengan turis yang berasal dari berbagai negara.

Pacu Semangat

”Hal inilah yang sebenarnya ingin kami berikan kepada siswa, untuk memacu semangat belajar yang tidak dapat ditemukan pada kegiatan pembelajaran di dalam kelas,” jelas Sutomo.

Setelah itu, siswa diajak mengenal lebih dalam Candi Borobudur yang dipandu oleh mahasiswa IAIN Salatiga. Sembari menikmati pemandangan semua siswa menceritakan kembali sejarah singkat Candi Borobudur. Di akhir kegiatan, siswa membuat laporan tertulis sesuai sudut pandang masing-masing siswa.

Selanjutnya laporan kegiatan siswa itu, akan digabung menjadi buku karya siswa tentang Candi Borobudur. Sebelum perjalanan pulang, siswa diberi kesempatan untuk berbelanja berbagai pernakpernik sebagai cenderamata.(H2-38)

Berita Lainnya