image

Entok Rimba

29 Maret 2018 | Spektrum

Satwa Terlangka di Dunia Itu Entok Rimba

SEBAGAIspesies bebek yang disebut paling langka dan terancam punah di dunia, entokrimba menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Hewan yang memiliki nama ilmiah Cairina Scutulata tersebut, merupakan burung cantik, namun langka dan secara umum kurang dikenal.

Konon populasinya di seluruh dunia hanya tersisa 1.000 ekor, termasuk 150 ekor di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung, salah satu habitat entokrimba yang tersisa di Indonesia.

Bahkan sempat disebutkan yang terpantau di TNWK hanya 150 ekor. Wikipedia menyebut, pada masa lalu spesies yang dalam bahasa Indonesia juga dikenal sebagai serati, dan entokhutan tersebut, hidup tersebar luas mulai dari India timur laut, Bangladesh, Asia Tenggara, Sumatera hingga Jawa. Tak berlebihan bila keberlangsungan entokrimba sangat mengkhawatirkan.

Penelitian berjudul ”Analisis Karakteristik Keberlanjutan entokRimba (Cairina Scutulata) di Taman Nasional Berbak Jambi”, yang termuat dalam ”Jurnal Ilmiah Ilmu- Ilmu Peternakan” sebagaimana dilansir online-journal.unja.ac.id, menyarankan perlu adanya penegakan hukum terhadap perburuan dan per u s a - kan habitat entokrimba. Selain perlu adanya upaya meningkatkan pemahaman masyarakat untuk melindungi spesies ini dan habitatnya. Jurnal tersebut disusun Hutwan Syarifuddin, Jul Andayani, Sri Novianti, dan Fatati, dari Fakultas Peternakan Universitas Jambi.

Mereka melakukan penelitian selama lima bulan, Juni-November 2016 di habitat entokrimba, di Taman Nasional Berbak (TNB) Provinsi Jambi. Berbentuk mirip dengan entokpeliharaan, habitat utama entokrimba adalah hutan-hutan rawa dengan kolam-kolam yang dangkal.

Sebagai omnivora, mereka memangsa aneka macam termasuk tumbuhan air, termasuk siput, ikan-ikan kecil, cacing, serangga hingga laba-laba air. Karena menjadi spesies dunia yang paling terancam punah, upaya membangun keberlanjutan entokrimba tak hanya dilakukan di Indonesia. Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), organisasi internasional untuk konservasi sumber daya alam, berupaya membangun harapan dari Desa Tmatbuay, Provinsi Prey Veng, Kamboja sebelah utara.

Industri Pariwisata

Pemilihan konservasi di habitat Prey Veng ini karena sejumlah alasan. Termasuk keberadaan situs terkenal, Kuil Angkor yang tersembunyi di hutan, dengan danau buatan untuk menyimpan air, dan bisnis pariwisata mengamati burung yang baru lahir.

”Penduduk setempat mengubah cara mereka menggunakan baray (danau berbentuk persegi yang banyak dibangun pada zaman Kekaisaran Khmer, yang terbesar dibangun berdekatan dengan Angkor Wat), karena keinginan mereka untuk melindungi seekor bebek,” ucap Ashish John, penasehat teknis Northern Plains, yang bekerja sama dengan LSM di Kamboja mengurus margasatwa di sana.

Barayyang menahan air sepanjang tahun, merupakan habitat bagi entokrimba. Sebagaimana dilansir iucn.org, mereka membangun ekonomi dan infrastuktur pendukung industri pariwisata. Di Desa Tmatbauy, proyek perlindungan entokrimba, memberikan uang insentif untuk pengembangan masyarakat guna mendukung pariwisata.

Kebijakan yang terbukti sangat populer, membantu mengurangi perburuan dan menumbuhkan populasi entokrimba. Masyarakat Tmatbauy juga mendapatkan imbalan dengan menyediakan layanan pemandu wisata, menjajakan makanan dan akomodasi bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana di desa terpencil di dekat Angkor Wot. Termasuk menikmati baray dengan keberadaan bebek terlangka di dunia.(23)